Oleh Yoga pada hari Jumat, 22 Jan 2021 - 10:51:53 WIB
Bagikan Berita ini :

Soal Wacana Vaksin Mandiri, Aleg PDIP: Harus Dilihat Dari Perspektif yang Tepat

tscom_news_photo_1611287513.jpg
Gus Nabil Politikus PDIP (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-
Anggota Komisi IX DPR RI Muchamad Nabil Haroen mengatakan, opsi pemerintah melalui Kementerian Kesehatan untuk vaksin mandiri, harus dilihat dalam persepektif yang tepat. Jangan sampai menjadi blunder dalam opini publik dan harus jelas mekanisme dan komunikasi internal ke rakyatnya.

“Pada prinsipnya, vaksin itu menjadi hak semua warga. Negara harus menjamin itu, sebagai tanggung jawab pemerintah. Namun, anggaran pemerintah terbatas sementara banyak prioritas program kebijakan. Maka harus adanya solusi bersama yakni warga yang mampu bisa mensubsidi yang kurang mampu,” kata Nabil Haroen saat diwawancarai tim TeropongSenayan.Com, Jumat (22/01/2021).

Dari hal tersebut Nabil haroen mengatakan bahwa konteksnya adalah kesimbangan, dimana rakyat menengah atas membantu rakyat lain dilevel bawah dengan membeli vaksin serta membantu pemerintah mengumpulkan dana untuk pengadaan vaksin.

Nabil Haroen menginginkan seharusnya ada mekanisme yang di tetapkan secara jelas dan disampaikan kepada publik secara komprehensif.

“Jika syarat, mekanisme dan sosialisasinya jelas maka tidak ada perseteruan. Selama ini, komunikasi publik memang harus diperbaiki, jangan sampai ada salah paham yang tidak perlu,” ungkapnya.

tag: #vaksin  
Bagikan Berita ini :
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Advertisement
TStrending
#1
Berita

Pasca KLB Demokrat, Maju Kena Mundur Kena

Oleh
pada hari Senin, 08 Mar 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa Partai Demokrat di Hotel The Hill, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat malam, ...
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement