Oleh Rihad pada hari Selasa, 02 Mar 2021 - 05:51:57 WIB
Bagikan Berita ini :

Elektabilitas PDIP Merosot Gara-gara Penangkapan Kader oleh KPK

tscom_news_photo_1614639117.jpeg
Ilustrasi PDIP (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Rentetan penangkapan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap kader PDIP berpotensi menurunkan elektabilitas.

Seperti diketahui, beberapa kader PDIP ditangkap KPK seperti Nurdin Abdullah, Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo, Harun Masiku hingga eks Menteri Sosial Juliari Batubara.

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus menyebutkan elektabilitas PDIP bisa tergerus setelah rentetan penangkapan KPK terhadap kader-kader partai banteng tersebut.

“Rentetan kasus yang melibatkan kader dari PDIP tersebut berpotensi menggerus elektabilitas partai karena sebagian warga yang terafiliasi secara ideologis dengannya mungkin saja kecewa," kata Lucius dalam keterangannya, Senin (1/3).

Lucius menyebutkan dalam politik, semua partai punya peluang elektabilitasnya menurun jika kadernya tersangkut kasus korupsi. Persoalan kasus korupsi dinilainya jadi acuan rakyat memilih. “Jika kepercayaan tercoreng oleh kasus korupsi, maka secara otomatis akan berdampak pada berkurangnya orang yang menitipkan mandat politiknya pada partai tersebut," ujar Lucius.

Menurun

Survei Y-Publica menunjukkan dalam empat bulan terakhir elektabilitas PDI Perjuangan menurun, sementara elektabilitas Demokrat dan PSI naik.

"Elektabilitas PDIP sebagai partai berkuasa menurun, sedangkan Demokrat sebagai oposisi melesat, dibayangi oleh PSI di papan tengah,” kata Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono dalam keterangan tertulisnya dilansir Antara, Rabu (24/2)

Pada survei yang dilakukan pada Maret hingga Oktober 2020, PDIP jauh memimpin dengan elektabilitas di kisaran 30 persen, kini turun jauh menjadi 23,4 persen. Demokrat yang sebelumnya di kisaran 3 persen, kini melejit menjadi 7,2 persen.

Kemudian di tengah wacana kenaikan ambang batas parlemen (parliamentary threshold, atau PT) menjadi 5 persen, PSI berhasil mengamankan posisi dengan kenaikan elektabilitas dari kisaran 2 hingga 4 persen menjadi 5,1 persen.

Menurut Rudi, tantangan berat sedang dihadapi oleh PDIP yang kini memimpin koalisi pemerintahan Jokowi periode kedua.

"Badai korupsi yang melanda menteri dan sejumlah tokoh dari PDIP menjadi ujian serius bagi partai berkuasa tersebut," kata Rudi.

Keberhasilan PDIP memenangkan pemilu dua kali berturut-turut memang memantapkan posisi sebagai partai terbesar. Bahkan, diyakini PDIP bisa mencetak rekor menang tiga periode pada Pemilu 2024 mendatang.

"Tetapi melesatnya elektabilitas partai oposisi, dalam hal ini diwakili Demokrat, bisa menyulitkan langkah PDIP pada 2024, sehingga tidak akan berjalan mulus, bahkan mungkin PDIP harus melalui jalan terjal dan berdarah-darah," ujar Rudi.

tag: #pdip  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Banner Ramadhan Ir. Ali Wongso Sinaga
advertisement
Banner Ramadhan H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Dompet Dhuafa: Sedekah Yatim
advertisement
Banner Ramadhan Mohamad Hekal, MBA
advertisement
Banner Ramadhan Sartono Hutomo, SE, MM
advertisement
Dompet Dhuafa: Parsel Ramadan
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Lainnya
Berita

Wakil Ketua DPR Gunakan Rantis Maung ke Kantor

Oleh Yoga
pada hari Thursday, 15 Apr 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, terlihat menggunakan mobil karya anak bangsa. Ia menaiki mobil maung hitam buatan PT Pindad.  Mobil berplat RI-64 ini ...
Berita

Uji Klinis Vaksin Nusantara Tanpa Izin BPOM, Anggota DPR Nekat Jadi Relawan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Perkembangan vaksin nusantara yang digagas oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto kembali menjadi perhatian. Pasalnya, saat ini vaksin Nusantara tetap ...