Oleh Ariful Hakim pada hari Minggu, 07 Mar 2021 - 13:38:56 WIB
Bagikan Berita ini :

Jimly Minta Jokowi Berhentikan Moeldoko

tscom_news_photo_1615099136.jpg
Mantan Ketua MK Jimly Assidiqie (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Kisruh perebutan Ketua Umum Partai Demokrat oleh Moeldoko mengundah keprihatinan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK)Jimly Asshiddiqie. Ia meminta pemerintah tetap netral.

Menurut Jimly, pemerintah bisa mengambil opsi untuk tidak mengesahkan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deliserdang, Medan, Sumatera Utara. Di mana, hasil kongres tersebut menetapkan Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko sebagai Ketum Demokrat.

Sementara opsi kedua, kata Jimly, pemerintah atau Presiden Joko Widodo (Jokowi) memecat Jenderal Moeldoko dari jabatannya sebagai KSP dan mencari penggantinya. Dua opsi itu digulirkan Jimly agar pemerintah tetap netral dalam menyikapi kisruh yang terjadi di Partai Demokrat.

"Kalau pemerintah hendak memastikan sikap netralnya, bisa saja pemerintah (1) tidak mengesahkan pendaftaran pengurus "KLB" tersebut & (2) Presiden angkat KSP baru untuk gantikan Moeldoko sebagaimana mestinya," ujarnya melalui akun twitter pribadinya @JimlyAs yang diunggah pada Sabtu (6/3/21).

tag: #partai-demokrat  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Lainnya
Berita

Nuon Sabet Penghargaan Creative Community Event Heroes di Ajang Marketeers Digital Marketing Heroes 2025

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 05 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Nuon Digital Indonesia (Nuon) yang merupakan salah satu operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom)  kembali mencatatkan prestasi dengan meraih ...
Berita

Wakil Ketua Komisi I DPR RI: Penangkapan Presiden Venezuela Ancam Kedaulatan Negara dan Tata Dunia Internasional

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr. Sukamta, menyoroti secara serius perkembangan situasi geopolitik global pasca penangkapan ...