Oleh Rihad pada hari Rabu, 24 Mar 2021 - 21:50:24 WIB
Bagikan Berita ini :

Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Berikan 225 Beasiswa

tscom_news_photo_1616597424.jpg
Penyerahan beasiswa oleh Trisno Nugroho (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali memberikan sebanyak 225 beasiswa untuk mahasiswa jenjang sarjana dari empat perguruan tinggi negeri dan swasta di Pulau Dewata dan 20 beasiswa untuk siswa SMK Dwijendra, Denpasar.

"Bank Indonesia melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupaya berperan aktif dalam peningkatan kualitas masa depan SDM Indonesia, diantaranya dengan pemberian program beasiswa Bank Indonesia," kata Kepala KPwBI Provinsi Bali Trisno Nugroho dalam penyerahan beasiswa yang dilaksanakan perpaduan daring-luring di Denpasar, Rabu.

Program Beasiswa Bank Indonesia di Provinsi Bali pada tahun 2021 diberikan kepada 225 orang mahasiswa jenjang sarjana (S1) reguler di dua perguruan tinggi negeri (PTN) mitra kerja sama yaitu Universitas Udayana dan Universitas Pendidikan Ganesha serta dua perguruan tinggi swasta (PTS) yaitu Universitas Pendidikan Nasional dan Universitas Warmadewa.

Selain itu, tahun ini KPwBI Provinsi Bali juga menyalurkan beasiswa kepada 20 orang siswa di SMK Dwijendra. Program beasiswa untuk SMK merupakan perluasan dari program beasiswa Bank Indonesia. Dengan demikian, total penerima program beasiswa Bank Indonesia 2021 sebanyak 245 orang.

Trisno mengemukakan, penyaluran beasiswa dilaksanakan dalam dua tahap, dengan total nominal penyaluran untuk PTN dan PTS sebanyak Rp12 juta/tahun/orang sedangkan untuk SMK sebanyak Rp9 juta per tahun per orang.

"Kami juga menyiapkan komunitas bagi penerima beasiswa untuk berkarya, mengabdi dan berkontribusi untuk negeri. Generasi Baru Indonesia (GenBI) merupakan wadah organik, tempat penerima beasiswa mengasah berbagai macam kecerdasan serta bakat kepemimpinan," ucapnya pada acara yang dirangkaikan dengan Jumpa Perdana Generasi Baru Indonesia (GenBI) 2021.

Menurut dia, dengan SDM yang terdidik, berilmu pengetahuan dan berkualitas akan menjadi aset strategis dalam pembangunan bangsa dan negara di masa depan.

Terlebih kondisi persaingan dan perkembangan yang begitu cepat pada era ekonomi berbasis digital membutuhkan kontribusi pendidikan dalam menghasilkan SDM yang unggul dan berdaya saing.

"Generasi muda dapat mengantarkan menuju masa depan bangsa yang sejahtera. Kualitas SDM generasi muda dapat menjadi faktor penentu bagi peradaban, kemajuan, perkembangan suatu bangsa," ujar mantan KPwBI DKI Jakarta itu.

Anggota Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya menyambut baik program beasiswa Bank Indonesia tersebut. Menurut pria yang biasa dipanggil Agung Rai ini, beasiswa BI berbeda dengan beasiswa dari instansi lain.

"Penerima beasiswa tidak hanya mendapatkan bantuan materi saja tetapi juga mendapatkan berbagai pelatihan yang meningkatkan kompetensi mereka," ucapnya.

Agung Rai berpesan kepada penerima beasiswa agar menggunakan bantuan yang diterima dengan sebaik-baiknya.

"Gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kapabilitas kalian. Ikuti semua aturan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, karena ini untuk kepentingan kalian. Setelah kalian keluar dari Universitas, gunakan keahlian kalian untuk membangun Bali," ucapnya.

Dalam kegiatan secara offline atau luring itu juga dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, pimpinan lembaga dan perwakilan penerima beasiswa Bank Indonesia.

tag: #beasiswa  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Banner Ramadhan Ir. Ali Wongso Sinaga
advertisement
Banner Ramadhan H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Dompet Dhuafa: Sedekah Yatim
advertisement
Banner Ramadhan Mohamad Hekal, MBA
advertisement
Banner Ramadhan Sartono Hutomo, SE, MM
advertisement
Dompet Dhuafa: Parsel Ramadan
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Lainnya
Ragam

Survei Menyebutkan Anak Usia Dini Sudah Aktif di Medsos, Apa Dampaknya?

Oleh Rihad
pada hari Jumat, 16 Apr 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Hasil riset menunjukkan bahwa 87 persen anak-anak di Indonesia sudah dikenalkan media sosial sebelum menginjak usia 13 tahun. Bahkan sebanyak 92 persen anak-anak dari ...
Ragam

Disindir Ade Armando, Ini Jawaban Menohok Atta Halilintar

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Momen bulan madu Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah sempat disorot oleh pakar komunikasi Ade Armando. Menurutnya, video kemewahan yang diunggah pasangan muda ...