Oleh Andrianto/Pengamat Kebangsaan pada hari Selasa, 25 Okt 2022 - 13:37:06 WIB
Bagikan Berita ini :

Capres PDIP: Puan Maharani?

tscom_news_photo_1666679826.jpeg
Puan Maharani (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Jatuh talak 1 kepada Ganjar Pranowo yang pede nyatakan siap Capres, sudah bisa di duga.

Sedari hasil Rakernas II PDIP Juni 2022 yang di bacakan sendiri oleh Ganjar Pranowo yang menyatakan Capres, hak prerogatif Ketum PDIP tiada lain ya Megawati. Publik menangkapnya sebagai pemborgolan terhadap Ganjar. Tidak mungkin sang pembaca tidak mengerti makna yang di bacanyaa.

Sebelumnya itu memang terlihat PDIP sudah gusar dengan manuver Ganjar yang ambisius dengan di topang Xyber Army dan perangkat relawan yang dulu pendukung Jokowi.

PDIP seperti halnya PKS adalah Partai kader yang lebih mengutamakan kader yang loyal pada perintah partai. Jabatan adalah Penugasan bukan Perebutan.

Situasi Ganjar yang ambisius ini yang buat kader senior seperti Bambang Pacul, Trimedya dan juga Masinton mempertanyakan kapabilitas Ganjar?
Ganjar belum pernah mentas di level nasional kecuali pernah jadi anggota DPR biasa yang namanya justru keserimput skandal E-KTP,
KPK tercatat sudah 8 x memeriksa Ganjar dan juga menghadirkan ke persidangan.

Situasi Ganjar beda jauh dengan Jokowi dulu yang terkesan tidak ambisius dan menunggu dengan sabar titah dari Mega jelang dua bulan pemilu.

Ganjar Pranowo bisa jadi bertindak semborono karna ada dukungan dari Jokowi. Sering terlihat Jokowi bersama Ganjar.

Bahkan dalam acara relawan utamanya Jokowi memberi angin kepada Ganjar. Jokowi tentu lebih nyaman sama Ganjar.

Proteksi hukuman KPK dari kasus E-KTP jadi Collateral loyalitas selamanya. Apalagi KPK sekarang anak cabang eksekutif langsung di bawah Presiden.

Jokowi butuh orang yang loyal untuk amankan proyek proyek mercusuar yang untungkan Oligarkhys tapi rugikan rakyat Indonesia.

Sikond politik sudah makin kebaca,
Gerindra sudah resmi Capreskan Prabowo,
Nasdem Capreskan Anies Baswedan bahkan Golkar sejak munas 2 th lalu Capreskan Airlangga Hartarto.

Maka masuk akal bilamana PDIP Capreskan kader utamanya sekaligus kader ideologis dan biologis yakni Puan Maharani.

Jalannya pemerintahan 8 thn ini yang ugal ugalan jauh dari gambaran ideal PDIP. Hutang yang menumpuk, Ekonomi yang pro Oligarkhys,
hukum yang suram di tambah kohesi sosial yang dapat mengancam integrasi bangsa warisan Bung Karno sang inspirator PDIP.

Dapat dikatakan eksprimen menjadikan Presiden sebagai petugas partai telah gagal. Sang petugas ternyata lebih jadi petugas Oligarkhys.

Tentu keledaipun tidak mau jatuh pd lubang yg sama. Tinggal nunggu waktu saja Ganjar Pranowo di kick out as di pecat untuk melapangkan jalan Putri mahkota yakni Puan Maharani sang kader utama.

Lantas gimana peluangnya?
Dalam kontestasi pemilu di samping figur tentu mesin partai dan momentun jadi aras kemenangan.
Ellectibilitas Puan yang kecil akan berderek dengan ruang waktu.

Contoh dulu Jokowi juga rendah ketika berduel lawan Foke atau Ganjar ketika berduel sama Bibit saat Pilkada.

Ya itu pilkada? Ini kan pilpres?
SBY juga dulu modalnya tidak setinggi Mega, makanya Mega pede gaet cawapres dari ormas.

Jelang dua bulan pemilulah ada accident
Jenderal taman kanak kanak kepada SBY yang tidak lagi di libatkan di kabinet.

SBY lantas mundur dari kabinet dan menyatakan siap Capres dan sejarah sudah kita ketahui hasilnya. Jadi waktu masih tersedia buat Puan Maharani.

Lagipula pemilu bukan soal menang kalah.
Kehormatan sebagai Partai besar jadi pertaruhan PDIP. Toh PDIP sudah pernah jadi oposan dan pernah jadi pemenang.

Akan lebh baik segera deklrasikan Puan Maharani sehingga pemilih captive PDIP yang dikisaran 20% jadi lebih tahu dan mensosialisasikannya.

Untuk Cawapresnya ada 5 figur yang layak dan bisa menutupi kekurangan Puan yakni Jend Andhika Perkasa, Jend Budi Gunawan dan Jend Tito Karnavian.

Dr kalangan sipil ada Muhamimin Iskandar dan Mahfud MD. Meski lebih pas duet Puan dan Budi Gunawan.
Bagaimana menurut anda?.

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #puan-maharani  #pdip  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
Dompetdhuafa X TS : Qurban
advertisement
Lainnya
Opini

Kontrol Publik "Dilemahkan", Memuluskan Jalannya Politik Dinasti dan Pilkada Suram

Oleh Agusto Sulistio - Mantan Kepala Aksi & Advokasi PIJAR
pada hari Sabtu, 22 Jun 2024
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Usai pemilihan presiden (pilpres) 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden dan wakil presiden ...
Opini

Bukannya Ciptakan Lapangan Kerja Baru, Investasi STARLINK Berpotensi Ciptakan Pengangguran

Indonesia terus digempur oleh asing lewat produk unggulan berbasis teknologi. Salah satunya, STARLINK. Sebuah produk layanan internet berkelas dunia difasilitasi satelit. Berkecepatan tinggi dan ...