Oleh Arianto Pengamat Sosial pada hari Selasa, 29 Nov 2022 - 19:59:32 WIB
Bagikan Berita ini :

Tersingkirnya Teknorat-Akademisi-Gender di Munas KAHMI

tscom_news_photo_1669726772.jpeg
Munas KAHMI (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Perhelatan Munas KAHMI usai sudah memilih 9 Presidium MN KAHMI, kesembilan terpilih semua berasal dari POLITISI ; Doli Kurnia (Ketua DPP Partai Golkar), Yohan (Ketua DPP PAN), Herman Khaeron (ketua DPP Partai Demokrat), Saan Mustofa (Ketua DPW Nasdem), Rifqinizamy (Pengurus DPD PDI Perjuangan), Abdullah Puteh (Anggota DPD RI/PKS), Romo HR Syafii (Ketua DPP Partai Gerindra), Zulfikar Arse (DPP Partai Golkar), Sutomo (Ketua Partai Kebangkitan Nasional/PKN DKI Jakarta).

Dari 40 Calon Presidium Adapun Tersingkir yaitu Prof dr Fachmi Idris (Profesional/Akademisi), Prof Fazli Jalal (Akademisi), Prof Asep Saefuddin (Akademisi/Rektor Univ Al Azhar), Prof Heri Hermansyah (Akademisi/ Dekan FT UI), Prof Lely Pelitasari soebekty (Akademisi/Wakil Rektor UIC), Prof Suparji Ahmad (Akademisi, Prof Imam Mujahid (Akademisi), dan masih banyak lagi tersingkir.

Tersingkirnya Unsur Gender Di KAHMI menjadi Pertanyaan Besar atas keberpihakan KAHMI terhadap Kaum Hawa ; Figur Ulla Uchrawati, Nadhira seha Nur dll turut tersingkir karena Dasyahat “TUNAI”.

Fenomena tersingkirnya Teknorat-Akademisi - Gender merupakan Gejala baru yang Patut di pertanyakan antara lain.

Apakah Stakeholder KAHMI tidak lagi melihat Peran ALUMNI HMI Dari Kalangan Teknokrat-Akademisi sebagai BAGIAN PENTING dalam mewujudkan Misi Keislaman dan misi Ke indonesiaan HMI?.

Ataukah ada Faktor Lain yang menyebabkan Majelis Daerah-Majelis Wilayah Mengutamakan POLITISI daripada Teknorat-Akademisi?.

Apakah Benar Pemilik suara Mematok Harga 2,5 juta s/d 5 juta kepada Pada Calon Presidium? Konon Abdullah Puteh Menggunakan Mobil banking ke Rekening Pemilik suara, Saan Mustofa dan Doli Kurnia menggunakan TUNAI dan Dibayarkan oleh Sejumlah KPUD yang sengaja hadir di PALU untuk Menangkan kedua Mitra Kerja DPR Nya.

Herman Khaeron-Rifqi-Yohan-Zulficar dikenal Raja Sower sejak di dapilnya, selama di Palu Membagi Uang Tunai ke Pemilik suara. Romo Dikenal Ulama, tapi seluruh Jaringan DPRD Gerindra Saweran menyiapkan TUNAI untuk kemenangan Romo.

Sutomo Pendatang baru menebar Uang Tunai diduga berasal dari Achmad Ali Politisi Nasdem. Apakah info diatas benar? Hanya Mereka yang terpilih dan Memilih bisa berkata Jujur? Mungkinkah kejujuran itu akan lahir dari KAHMI?. Ataukah saling menutupi Berjamaah solusi tepat?.

Majelis Daerah Diperkirakan mengantongi jika dihitung Rp. 2,5jt X 9 orang ; 22,5 jt/suara

Ditengah Bencana Cianjur Ratusan Orang Wafat, Justru KAHMI Mempertontonkan “Kemunafikan baru” dalam Perjuangan Keislaman dan ke Indonesiaan.

Pertanyaan diatas mendasar untuk dijawab stakeholder KAHMI karena Medan Pengabdian alumni HMI tersebar luas berbagai Profesi bukan hanya Politisi.

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Selamat HUT RI ke77 - Ahmad Najib
advertisement
Lainnya
Opini

Pilkada Langsung, Penyumbang Terbesar Perpecahan di Negara Ini

Oleh TEDDY GUSNAIDI Wakil Ketua Umum / Juru Bicara Partai Garuda
pada hari Selasa, 07 Feb 2023
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Sistem Pilkada langsung, yaitu pemilihan melalui rakyat atau pilkada tidak langsung, yaitu pemilihan melalui DPRD, sama-sama demokratis, sama-sama tidak melanggar ...
Opini

Penghapusan Jabatan Gubernur

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Wacana terkait penghapusan jabatan Gubernur mencuat, alasannya adalah jabatan gubernur tidak efektif karena sudah ada Walikota maupun Bupati dalam suatu Provinsi, sehingga ...