JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Menyikapi menurunnya kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif dan maraknya aksi demonstrasi di luar gedung DPR, Rusdi Ali Hanafia, Direktur Materi & Kurikulum Pendidikan Kader Utama BALITBANG Partai Golkar, meluncurkan gagasan pembentukan Ruang Aspirasi Nusantara di dalam Gedung DPR.
Menurut Rusdi, demonstrasi dengan pengeras suara di luar gedung DPR sering kali tidak sampai ke meja pengambilan keputusan. Oleh karena itu, dibutuhkan mekanisme baru yang lebih substantif untuk menyalurkan suara rakyat.
“Ruang Aspirasi Nusantara akan menjadi forum dialog reguler antara rakyat dan wakil rakyat. Setiap komisi DPR wajib membuka diskusi mingguan dengan menghadirkan perwakilan dari dapil masing-masing, sehingga isu yang dibawa relevan dengan kerja komisi terkait,” jelasnya.
Rusdi menegaskan bahwa gagasan ini merupakan wujud nyata praktik demokrasi deliberatif. Demokrasi, menurutnya, tidak boleh berhenti pada prosedur lima tahunan melalui pemilu, tetapi harus hidup melalui musyawarah berkesinambungan.
“Dengan Ruang Aspirasi Nusantara, DPR tidak lagi menjadi menara gading, tetapi rumah rakyat yang sesungguhnya. Rakyat merasa dilibatkan, wakil rakyat mendapatkan legitimasi, dan proses legislasi berjalan lebih kuat serta transparan,” tambahnya.
Sebagai penutup, Rusdi menyatakan bahwa gagasan ini adalah upaya untuk mengembalikan kepercayaan publik sekaligus memperkuat stabilitas nasional. “Suara rakyat tidak boleh hanya berhenti di jalanan. Suara itu harus masuk ke ruang kebijakan. Inilah cara agar DPR kembali selaras dengan rakyat, menjaga legitimasi, dan mendorong demokrasi Indonesia melaju lebih matang menuju 2045,” pungkasnya.