Oleh Sahlan Ake pada hari Jumat, 29 Mei 2026 - 10:59:20 WIB
Bagikan Berita ini :

Waka Komisi IV DPR Dorong Agar Orkestrasi Penanganan Pascabencana Aceh-Sumatera Ada Dalam Satu Komando

tscom_news_photo_1780027160.jpg
Alex Indra Wakil Komisi IV DPR RI (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman mengingatkan Pemerintah agar penanganan pascabencana banjir Aceh-Sumatera ada dalam satu komando. Ia meminta agar Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tidak memainkan langgam sendiri dalam orkestrasi penanganan pascabencana tersebut.

“Menteri Keuangan kepada media menyebut ada Rp 60 triliun anggaran hasil efesien untuk penanganan bencana yang tak terserap. Sementara, permintaan tambahan anggaran Kementerian Kehutanan Rp8,4 triliun tak kunjung diberikan hingga Mei 2026 ini,” kata Alex, Jumat (29/5/2026).

Alex mengatakan, hasil pembahasan Komisi IV DPR dengan Kementerian Kehutanan pada Februari 2026 menyebut bawa tambahan-tambahan anggaran itu di antaranya akan digunakan untuk menanam kembali (reforestasi) hutan yang menjadi pemicu banjir.

“Reforestasi ini akan menyelesaikan persoalan hulu dari bencana banjir. Artinya, kegiatan ini sangat urgent,” tegas Legislator dari Dapil Sumatera Barat I itu.

“Terlebih, pemulihan hutan yang kini dalam kondisi rusak berat itu, secara teknis bukan persoalan sederhana dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bisa tampak seperti hutan lagi,” imbuh Alex.

Lebih lanjut, pimpinan Komisi di DPR yang membidangi urusan kehutanan ini meminta kementerian dan lembaga terkait penanganan dampak bencana untuk semakin mengintensifkan komunikasi dan koordinasi dengan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR). Alex juga menekankan pentingnya koordinasi dengan Kemenkeu sebagai bendahara negara.

“Semua kegiatan yang dirancang, harus dipastikan mendapatkan dukungan anggaran. Artinya, pengerjaan kegiatan bisa tuntas dan tak meninggalkan sisa anggaran lagi,” jelasnya.

Sebagai informasi, DPR telah menyetujui rencana induk (Renduk) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Aceh-Sumatera yang diajukan Satgas PRR. Dalam rencana tersebut, terdapat 11.512 program kegiatan dengan kebutuhan anggaran mencapai angka Rp 100,1 triliun, selama tiga tahun.

Adapun rincian untuk penanganan bencana Aceh-Sumater tahun 2026 membutuhkan anggaran sebesar Rp 38,9 triliun. Sementata untuk tahun 2027 sebesar Rp 32,9 triliun dan tahun 2028 senilai Rp 28,2 triliun.

Di sisi lain, Alex mengapresiasi keputusan Menteri Keuangan yang memerintahkan para Dirjennya agr proaktif menuntaskan administrasi perencanaan penanganan bencana, yang diajukan kementerian dan lembaga.

“Renduknya tuntas, alokasi anggarannya juga sudah disepakati DPR. Menteri Keuangannya juga sudah mau proaktif jemput bola,” ungkap Alex.

“Sekarang rakyat menyaksikan, apakah semua elemen pemerintahan, ada dalam satu komando, bergerak mengatasi dampak bencana. Sehingga, tak terdengar lagi nada fals dalam orkestrasi penanganan bencana ini,” tutupnya.

tag: #dpr  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
IDUL ADHA 2026 AHMAD NAJIB
advertisement