Oleh Sahlan Ake pada hari Senin, 22 Jun 2026 - 21:01:02 WIB
Bagikan Berita ini :

Kolaborasi Alumni UNDIP untuk Pesisir Sukawali, Penanaman Mangrove dan Tebar Benih Ikan

tscom_news_photo_1782136862.jpg
Penebaran benih ikan oleh Alumni UNDIP (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Beberapa waktu lalu, kawasan pesisir Pakuhaji ramai menjadi perbincangan publik akibat polemik pagar laut. Banyak orang membahas batas wilayah, akses nelayan, hingga tata kelola ruang laut. Namun di balik itu semua, ada persoalan yang tak kalah penting: bagaimana kondisi pesisir dan kehidupan masyarakat yang setiap hari menggantungkan harapan dari laut.

Berangkat dari kepedulian tersebut, Keluarga Alumni Perikanan Universitas Diponegoro (KERAPU) Jabodetabek bersama IKA UNDIP DPC Tangerang menggelar kegiatan bertajuk “Sehat Nelayannya, Lestari Pesisirnya” di Desa Sukawali, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Sabtu (20/6).

Desa Sukawali dipilih karena menjadi bagian dari kawasan pesisir yang menghadapi berbagai tantangan. Abrasi masih menjadi ancaman, ekosistem mangrove perlu terus diperkuat, sementara sebagian besar warga menggantungkan penghidupannya pada sektor perikanan.

"Bagi kami, menjaga pesisir tidak cukup hanya dibicarakan. Harus ada langkah nyata yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat," kata Ketua KERAPU Jabodetabek, Farhan Hakim.

Menurut Farhan, kegiatan ini sengaja dirancang tidak hanya berfokus pada lingkungan, tetapi juga menyentuh kebutuhan nelayan yang menjadi bagian penting dari kehidupan pesisir.

"Kalau mangrovenya tumbuh, pesisirnya lebih kuat. Kalau nelayannya sehat, produktivitasnya juga meningkat. Karena itu keduanya harus berjalan bersama," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, sebanyak 200 kacamata dibagikan kepada nelayan setelah menjalani pemeriksaan kesehatan mata. Selain itu, peserta juga menanam 1.000 bibit mangrove jenis api-api (Avicennia) serta melepasliarkan 3.000 benih ikan bandeng sebagai upaya mendukung keberlanjutan sumber daya ikan di kawasan pesisir Sukawali.

Kegiatan tersebut turut melibatkan Kelompok Tani Hutan (KTH) Kampung Bahari Nusantara, kelompok masyarakat yang selama ini aktif mengelola dan menjaga kawasan mangrove di Desa Sukawali.

"Kami menggandeng KTH Kampung Bahari Nusantara karena mereka adalah pihak yang paling memahami kondisi pesisir di wilayah ini," ujar Ketua IKA UNDIP DPC Tangerang, Agung Setiyo Wibowo.

Agung menjelaskan bahwa keterlibatan masyarakat lokal menjadi kunci agar program yang dijalankan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat terus dirawat dan dilanjutkan setelah kegiatan selesai.

Secara terpisah, Ketua Umum DPP IKA UNDIP, Abdul Kadir Karding, menegaskan bahwa keberhasilan menjaga pesisir membutuhkan kolaborasi banyak pihak.

"Alumni membawa jejaring, pengalaman, dan sumber daya. Sementara masyarakat memiliki pengetahuan lapangan serta komitmen untuk menjaga lingkungan tempat mereka hidup. Ketika keduanya berjalan bersama, dampaknya akan jauh lebih besar," ujarnya.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
IDUL ADHA 2026 AHMAD NAJIB
advertisement