Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Sabtu, 18 Jul 2015 - 10:54:37 WIB
Bagikan Berita ini :

PKS Kutuk Pembakaran Masjid di Papua

18Aboe-Bakar-al-Habsyi.jpg
Aboebakar Alhabsyi (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboebakar Alhabsyi mengatakan, penyerangan terhadap para jamaah shalat idul fitri dan pembakaran masjid di Distrik Karubaga, Tolikara, Papua adalah tindakan biadab dan terkutuk. Pasalnya, tindakan tersebut akan berpotensi menyulut konflik yang lebih besar.

"Terlihat, aparat telah kecolongan karena tidak dapat mengidentifikasi tindakan penyerangan tersebut. Fungsi intelkam sepertinya tidak berjalan dengan baik, sehingga tidak ada antisipasi yang dipersiapkan," kata Aboebakar saat dihubungi, Sabtu (18/7/2015).

Baca juga :Ini Penjelasan Luhut Panjaitan Tentang Insiden Karubaga

Anggota komisi III DPR ini mengeluhkan kurangnya pengamanan terhadap ummat Islam minoritas yang menjalankan ibadah. Ia juga berpesan jangan sampai kejadian ini dilihat sebagai bentuk diskriminasi terhadap ummat Islam.

"Bila dibandingkan, untuk pengamanan natal aparat selalu all out, dengan ribuan personel dan persiapan intel yang mumpuni. Namun dengan kejadian ini, terlihat tidak ada proteksi yang dilakukan oleh aparat terhadap ummat Islam yang akan menjalankan ibadah," ungkapnya.

Seharusnya, kata dia, negara selalu hadir dan memberikan perlindungan yang sama terhadap warga negara yang sedang menjalankan ibadahnya. Karena perlindungan terhadap kebebasan menjalankan agama adalah bagian dari amanat konstitusi kita.

Dengan begitu ia meminta, untuk menghindari efek domino, personel keamanan harus segera ditempatkan di lokasi kejadian. Apabila diperlukan, polisi dapat meminta bantuan TNI untuk membantu pengamanan.

Selanjutnya aparat kepolisian harus bertindak secara cepat dan tepat. "Harus segera diusut dengan tuntas persoalan ini, penegakan hukum harus segera dilakukan. Bila memang tindakan penyerangan dilakukan secara terstuktur dan terencana, aparat juga harus menangkap dan mengadili aktor intelektual dibalik kejadian ini," pungkasnya. (mnx)

tag: #pembakaran mushola di papua  #intimidasi mayoritas  #kasus intoleransi di Indonesia  #PKS Kutuk Pembakaran Masjid di Papua  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Situasi Matraman dan Jalan Tambak Kondusif, Polda Metro Jaya Tangani Dua Perkara Secara Profesional

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 27 Jul 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Situasi di kawasan Matraman dan Jalan Tambak, Jakarta Pusat, saat ini telah aman, terkendali, dan kondusif. Aktivitas masyarakat serta kegiatan perekonomian di sekitar ...
Berita

Milenial dan Gen Z Dominasi Pemilih 2029, Komisi II DPR Dorong Regulasi Pemilu Berbasis Digital Termasuk Soal AI

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin menyoroti data terbaru dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengenai jumlah pemilih dalam Pemilu 2029 mendatang yang didominasi ...