Protes Penangkapan Nelayan Oleh Otoritas Malaysia
Oleh Indra Kusuma pada hari Rabu, 12 Agu 2015 - 17:22:07 WIB

Bagikan Berita ini :

73KONPRES_PENANGKAPAN_NELAYAN.jpg
Sumber foto : Indra Kusuma
Wakil Ketua DPD GKR Hemas (kanan) didampingi Ketua Komite II Parlindungan Purba menunjukkan foto nelayan tradisional Indonesia yang ditangkap oleh otoritas Malaysia (12/8/2015)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Wakil Ketua DPD GKR Hemas, didampingi Ketua Komite II Parlindungan Purba menggelar konfrensi pers terkait penangkapan nelayan tradisional Indonesia oleh otoritas Malaysia di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (12/8/2015). DPD mengecam penangkapan tersebut karena dinilai melanggar MoU antara Indonesia dengan Malaysia, dimana pelanggaran lintas batas negara oleh nelayan tradisional kedua negara tidak akan dikenakan pidana melainkan hanya digiring keluar dari wilayah pelanggaran. 

tag: #DPD  #konpres  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING