Jakarta
Oleh Ilyas pada hari Senin, 01 Feb 2016 - 19:15:40 WIB
Bagikan Berita ini :

Disebut tak Paham Statistik, Adhyaksa Dault: Ahok Jangan Jumawa!

76adhyaksa.jpg
Adhyaksa Dault (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Adhyaksa Dault menanggapi dingintudingan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyebut dirinya tidak paham statistik. Adhyaksa yang digadang-gadang sebagai lawan kuat Ahok itu disebut Ahoktak paham statistik, karena hanya berlatar belakang mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

Menurut Adhyaksa, meski hanya mantan Menpora, ia sudah cukup banyak mempelajari tentang statistik. Apalagi ia juga pernah menempuh pendidikan doktoral bidang kelautan dan perikanan di Institut Pertanian Bogor. Oleh karenanya, ia meminta Ahok agar tidak sombong.

“Pesan saya, Ahok jangan jumawalah. Jangan suka merendahkan orang. Hidup ini berubah,” kata Adhyaksa kepada TeropongSenayan, di Jakarta, Senin (1/2/2016).

Adyaksa juga mengingatkan Ahok agar tidak pongah melihat hasil survei CSIS yang menempatkannya di urutan teratas. Sebab, survei itu dilakukan jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan Pilkada DKI yang masih lebih dari setahun lagi.

“Sekali lagi saya pesan kepada Pak Ahok, jangan jumawa, jangan mentang-mentang. Survei hari ini tidak sama dengan nanti (saat menjelang Pilkada, red),” jelasnya.

“Pak Ahok memang pintar segala-galanya. Tapi ingat, di atas langit masih ada langit.”

Diketahui, tudingan Ahok ini bermula dari perhatian mereka terhadap hasil survei CSIS mengenai elektabilitas calon Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Survei itu menunjukkan bahwa elektabilitas Ahok 43,35 persen, mengungguli tiga nama lain, yakni Adhyaksa Dault (4,25 persen), Ridwan Kamil (17,25 persen), dan Tri Rismaharini (8 persen).

Lantas, Adhyaksa menyebut hasil survei itu tidak menguntungkan bagi Ahok sebagai calon petahana. Dengan hanya memperoleh 43,35 persen berarti mayoritas warga DKI tak menghendaki Ahok jadi gubernur lagi.

Namun Ahok langsung marah disebut tidak disukai mayoritas warga Jakarta. Ia pun menyebut Adhyaksa tidak paham soal survei, karena latar belakangnya hanya sebagai Menpora.

"Mungkin dia hanya Menteri Olah Raga (dulu) jadi dia enggak mengerti sistem statistik, sistem survei, dia enggak mengerti," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (1/2/2016). (iy)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Integritas Pegawai Jadi Fondasi Reformasi Kemenimipas 2026

Oleh Redaksi Teropongsenayan
pada hari Rabu, 01 Apr 2026
Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memasuki 2026 dengan membawa semangat reformasi birokrasi dan penguatan integritas aparatur. Namun tantangan sesungguhnya bukan pada ...
Jakarta

Imigrasi Jadi Motor Ekonomi, Lapas Fokus Kemandirian

JAKARTA – Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Abdullah Rasyid menegaskan bahwa arah kebijakan kementerian saat ini tidak lagi semata berorientasi pada fungsi administratif, ...