Berita
Oleh Fadly pada hari Minggu, 21 Feb 2016 - 07:57:52 WIB
Bagikan Berita ini :

KPK Juga Ingin Masuk ke Ranah Swasta untuk Berantas Korupsi

17gedungkpkII.jpg
Gedung KPK (Sumber foto : Istimewa)

SURABAYA (TEROPONGSENAYAN) - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengusulkan adanya penyidikan korupsi untuk bidang swasta supaya tindakan pemberantasan korupsi bisa merata di segala bidang.

"Salah satu yang paling terasa adalah adanya monopoli perdagangan beras dimana beras hasil produksi petani masih dikuasai oleh mafia-mafia tertentu yang ingin memanfaatkan keuntungan dari perdagangan beras tersebut," katanya saat memberikan pembekalan wisuda di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Sabtu (20/2/2016).

Ia mengemukakan, diperlukan payung hukum dan tindakan yang nyata terkait dengan pemberantasan mafia-mafia beras seperti itu.

"Oleh karena itu, pemberantasan korupsi di bidang swasta ini saya kira memang perlu dilakukan supaya kesejahteraan masyarakat di Indonesia ini bisa melesat maju," katanya.

Ia mengemukakan, mafia memutar beras-beras tersebut sebelum dijual ke masyarakat dan akhirnya mendapatkan keuntungan dari transportasi, pergudangan yang dilakukan.

"Kondisi itu kan selalu menambah nilai uangnya dan pemerintah harus mengatur kalau seperti itu tidak boleh dan ada langkah-langkah orang penegak hukum untuk menangkap yang seperti itu," katanya.

Disinggung jika yang menjalankan tugas pengawasan sudah dilakukan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dirinya menyatakan, selama ini KPPU masih sebatas menyidangkan dan mengindikasi itu sebuah kartel atau monopoli.

"Tapi KPPU kan tidak mempunyai kewenangan untuk menangkap. Jadi harus harus ada apakah KPPU diberikan kewenangan menangkap atau KPK yang diberikan kewenangan menangkap dan harus komplit langkah ke depannya," katanya.

Dalam pembekalan tersebut dirinya menyebutkan, jika selama ini KPK telah menangkap 81 orang DPR, 14 orang Gubernur, 148 bupati atau wali kota serta 118 pejabat setingkat eselon satu dan dua.

"Namun bukan itu yang menjadi kebanggaan kami, tetapi kesadaran warga masyarakat untuk memerangi korupsi untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat," katanya.

Dalam wisuda itu sendiri diikuti oleh sekitar 700 orang wisudawan baik itu dari jenjang S1, S2, atau juga gelar S3 dari berbagai jurusan di Untag. (Icl)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Soal Perubahan Nama Provinsi Jabar Jadi Sunda, Ahmad Najib: Aspirasi Masyarakat Harus Dihormati

Oleh Fath
pada hari Selasa, 07 Jul 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda mendapat respons positif dari internal partai politik. Ketua DPW PAN Jabar Ahmad Najib Qodratuloh ...
Berita

Ketum PB Mathla’ul Anwar Jazuli Juwaini Kunjungi Kanwil ATR/BPN Banten, Bahas Sertifikasi Tanah Wakaf dan Perlindungan Lahan Pertanian Rakyat

BANTEN (TEROPONGSENAYAN) - Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PB MA), Jazuli Juwaini, melakukan kunjungan ke Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi Banten untuk membahas sejumlah agenda ...