Jakarta
Oleh Alfian Risfil pada hari Jumat, 04 Mar 2016 - 13:46:07 WIB
Bagikan Berita ini :

Gerindra: Kinerja Ahok tak Sebagus yang 'Disajikan'

1ahok-meja-kerja.jpg
Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Ketua Tim Penjaringan Calon Gubernur DKI 2017 asal Gerindra, Syarif mengatakan, selama sekitar satu tahun menjadi penguasa DKI, tidak ada kinerja Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang membanggakan.

Syarif menilai, sejumlah kerja Ahok masih mendapat catatan, misalnya di bidang reformasi birokrasi hingga penyerapan anggaran.

"Soal reformasi birokrasi, Ahok dapat ponten dari (KemePAN-RB) Pak Yuddy hanya 6, enggak bagus-bagus amat. Penyerapan dari Mendagri, juga enggak bagus-bagus amat, cuma 69 persen," kata Syarif dalam sebuah diskusi, Jakarta, Jumat (4/3/2016).

Syarif mengingatkan, agar masyarakat melihat kinerja Ahok dengan ukuran dan standar yang jelas, yaitu dengan merujuk pada data yang benar tentang kapasitas Ahok.

"Ini saya bicara data lho, bukan dari sajian yang ditampilkan media (pendukung Ahok)," sindir Syarif.

"Jadi, bukan tampilan pembangunan yang disorot TV dan kemudian diramaikan di medsos dan lain-lain," cetus Syarif.

Meski begitu, Syarif juga tak menampik adanya beberapa perbaikan semasa Ahok duduk di kursi DKI-1.

Namun, menurutnya perbaikan itu belum tuntas untuk disimpulkan. Karena baru akan terlihat saat Ahok menyampaikan pertanggungjawabannya pada bulan April mendatang.

"Nanti kita lihat bagaimana pertanggung jawaban gubernur April nanti, LKPJ 2015 lalu saja nyaris disebut gagal kok," jelas Syarif.

Diketahui, Gerindra saat ini tengah melakukan penjaringan kepada beberapa nama calon gubernur untuk dijagokan maju pada Pilkada 2017. Diantaranya, Sandiaga Uno, Mohamad Sanusi, Ahmad Muzani, Biem Benyamin, dan Mohamad Taufik.

Kedepan, tambah Syarif, Gerindra menginginkan sosok gubernur pekerja keras tanpa menunggu disorot camera atau media.

Selain itu, kata dia, partainya juga tidak ingin pemimpin yang terkesan kasar dan tanpa bersedia melakukan dialog dengan semua elemen masyarakat.

"Lihat saja itu masalah di Kalijodo, KPAI dan Komnas HAM ngajak dialog Ahok, enggak ditanggapi. Masak pemimpin begitu. Prinsipnya, Gerindra ingin membangun tanpa menyakiti," tandasnya.‎ (mnx)

tag: #dki-jakarta  #dprd-dki  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
IDUL ADHA 2026 AHMAD NAJIB
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Semar Institut: Kritik Adalah Hak Demokratis, tetapi Membubarkan Diskusi Bukan Tradisi Intelektual

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 16 Jun 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Direktur Eksekutif Semar Institut, Tunjung Budi, menyayangkan tindakan sejumlah mahasiswa yang membubarkan forum diskusi di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas ...
Jakarta

Integritas Pegawai Jadi Fondasi Reformasi Kemenimipas 2026

Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memasuki 2026 dengan membawa semangat reformasi birokrasi dan penguatan integritas aparatur. Namun tantangan sesungguhnya bukan pada ...