Jakarta
Oleh Alfian Risfil Auton pada hari Rabu, 09 Mar 2016 - 07:51:13 WIB
Bagikan Berita ini :

Pengamat: Kasihan Teman Ahok tak Pernah Mikir Siapa Dibelakang Ahok Sebenarnya

70temacinaahok.jpg
Teman Ahok (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Pengamat Kebijakan Publik Budgeting Metropolitan Watch (BMW), Amir Hamzah menyayangkan semangat sekelompok anak muda yang tergabung dalam komunitas 'Teman Ahok'.

Mereka yang tergabung di Teman Ahok kini tengah mengumpulkan dukungan KTP hingga 1 juta lembar demi melanggengkan kekuasaan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pilkada DKI Jakarta 2017 dinilai sebagai kecelakaan sejarah.

Menurut Amir, relawan 'Teman Ahok' merupakan sekumpulan manusia yang masuk perangkap Ahok karena telah terhipnotis atau silau dengan pencitraan Ahok di depan camera.

"Kasihan anak-anak muda itu, mereka silau dengan kebiasaan (strategi) Ahok yang suka marah-marah dan seolah-olah bersih dari korupsi," kata Amir kepada TeropongSenayan di Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta, Selasa (8/3/2016) malam.

"Mereka (Teman Ahok) ini orang yang tidak tahu apa-apa siapa Ahok sebenarnya. Apalagi tentang sejarah politik nasional. Mereka tahunya hanya Ahok yang disorot media. Mereka terpesona ‎ dengan koar-koar Ahok,‎ tanpa mau mengkritisi siapa orang dibelakang Ahok," beber Amir. (Icl)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Semar Institut: Kritik Adalah Hak Demokratis, tetapi Membubarkan Diskusi Bukan Tradisi Intelektual

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 16 Jun 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Direktur Eksekutif Semar Institut, Tunjung Budi, menyayangkan tindakan sejumlah mahasiswa yang membubarkan forum diskusi di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas ...
Jakarta

Integritas Pegawai Jadi Fondasi Reformasi Kemenimipas 2026

Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memasuki 2026 dengan membawa semangat reformasi birokrasi dan penguatan integritas aparatur. Namun tantangan sesungguhnya bukan pada ...