Berita
Oleh Alfian Risfil pada hari Kamis, 07 Apr 2016 - 16:59:44 WIB
Bagikan Berita ini :

Pakar Hadits: Jangan Kait-kaitkan Terorisme dengan Jihad!

29terorisme-2-569b0aeb6c7e613005715a10.jpg
Ilustrasi (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Ulama yang juga Pakar Hadits Prof Dr KH Ali Mustafa Yaqub MA menegaskan bahwa aksi terorisme bukan jihad dan tidak sepatutnya membawa-bawa jihad dalam aksi terorisme.

"Jihad itu ada aturannya, makanya terorisme itu bukan jihad. Ini harus ditegaskan, terutama kepada generasi muda agar tidak mudah dipengaruhi oleh paham-paham menyesatkan, apakah radikalisme atau terorisme," katanya di Jakarta, Kamis (7/4/2016).

Ketua Umum Ikatan Persatuan Imam Masjid (IPIM) Indonesia itu menjelaskan aturan jihad di dalam ajaran Islam, di antaranya tidak boleh membunuh orang yang tidak memerangi umat Islam, orang berusia lanjut, wanita, dan anak-anak.

"Coba yang namanya teroris, begitu mereka meledakkan bom, jangankan wanita, anak yang masih dalam kandungan pun ikut meninggal. Jadi jangan dibawa-bawa jihad dalam segala macam aksi terorisme," ujarnya.

Menurut mantan Rais Syuriah PBNU itu, "jihad" yang digembar-gemborkan kelompok teroris jelas berbeda dengan fatwa jihad yang dikeluarkan Rais Akbar NU KH Hasyim Asyari, di mana tanggal keluarnya fatwa itu kini diperingati sebagai Hari Santri.

Menurut dia, fatwa jihad KH Hasyim Asyari adalah masalah fikih atau tepatnya jihad yang dianjurkan itu sesuai hukum Islam yaitu mempertahankan negara.

"Artinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sah menurut hukum Islam. Kalau bukan negara sah, untuk apa KH Hasyim Asyari mengeluarkan fatwa tersebut," katanya.

Mantan Imam Besar Masjid Istiqlal itu menerangkan bahwa dalam Islam tidak boleh membunuh hanya karena perbedaan agama. Kalaupun terjadi perang, itu karena faktor lain yaitu sosial dan politik, seperti yang terjadi di zaman perang kemerdekaan dulu.

"Kita berperang waktu itu karena Belanda dan Jepang menjajah Indonesia. Itu yang harus dikedepankan," katanya, dilansir lamanAntara.

Sebelumnya, mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dalam Dialog Pencegahan Paham Radikal Terorisme yang digelar BNPT di Solo beberapa hari lalu menegaskan bahwa ajaran Islam melarang seseorang melakukan bunuh diri.

Apalagi, kata Hasyim, tindakan bunuh diri yang mengatasnamakan jihad itu mengakibatnya banyak orang yang meninggal.

"Indonesia itu negara damai, jadi tidak ada alasan melakukan jihad di sini. Jihad dibolehkan bila negara atau agama kita dalam kondisi terancam," kata Hasyim. (iy)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
IDUL ADHA 2026 AHMAD NAJIB
advertisement
Berita Lainnya
Berita

DPR Minta Agar Ketersediaan Solar dan Pupuk Subsidi Jadi Prioritas Program Pemerintah Tahun 2027

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 23 Jun 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Berbagai kementerian/lembaga meminta tambahan anggaran untuk program Pemerintah di tahun 2027. Di sektor pangan, Komisi IV DPR meminta Pemerintah memprioritaskan program ...
Berita

Pelantikan IKA UNDIP Kabupaten Tangerang, Bagikan Ratusan Kacamata Baca untuk Nelayan

TANGERANG (TEROPONGSENAYAN) --Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (IKA UNDIP) Kabupaten Tangerang resmi dilantik dalam sebuah kegiatan yang dirangkaikan dengan aksi sosial berupa pembagian ratusan ...