
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Ketua Komisi VIII Saleh Partaonan Daulay meminta pemerintah untuk memastikan bahwa tragedi Yuyun tidak terulang pada masa mendatang. Dimana pun berada, anak-anak Indonesia harus mendapatkan rasa aman.
Saleh menyampaikan permintaannya menanggapi kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Yuyun (14), siswi SMP di Rejanglebong, Bengkulu. Yuyun diperkosa dan dibunuh dalam perjalanan pulang sekolah. Kendati jarak dari sekolah cukup jauh, namun Yuyun menempuhnya dengan berjalan kaki.
"Pemerintah harus bisa memastikan bahwa kejadian serupa tidak terjadi lagi. Di pelosok negeri ini, ada banyak anak sekolah yang harus menempuh jarak jauh agar sampai ke sekolahnya. Tidak jarang melewati jembatan, perkebunan, sawah, sungai dan lain-lain," ujar Saleh dalam pesan singkat yang diterima di Jakarta, Sabtu (7/5/2016).
Menurut Saleh, perlu ada kerja sama semua pihak agar para anak sekolah mendapatkan rasa aman dalam perjalanan dari rumah ke sekolah dan sebaliknya. "Anak-anak yang menempuh jarak jauh ke sekolah tidak bisa disalahkan. Apapun motivnya, kejahatan yang menimpa Yuyun tidak bisa diterima oleh akal sehat. Bahkan, sangat mengiris dan melukai perasaan siapa saja yang mendengar berita ini," tegasnya.
Disinggung soal hukuman yang pantas, politisi PAN ini mendukung upaya pemberatan hukuman bagi pelaku. Jaksa diminta untuk memberikan tuntutan maksimal. Bahkan jika ada instrumen yang bisa dipakai untuk memberatkan hukumannya, instrumen itu perlu dicoba. Dengan begitu, keluarga Yuyun mendapatkan keadilan sebagaimana yang dituntut oleh keluarga dan masyarakat luas. (plt)