Jakarta
Oleh Alfian Risfil Auton pada hari Kamis, 12 Mei 2016 - 20:18:40 WIB
Bagikan Berita ini :

Bersama Mahfud, Jaya Suprana Bantu Warga Bukit Duri Lawan Ahok

4JAYA.jpg
Jaya Suprana saat menyambangi warga Bukit Duri, Jakarta Selatan, Kamis (12/5/2016) yang bakal digusur Ahok (Sumber foto : alfian/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Selain mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, dukungan kepada warga Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan yang akan terdampak proyek normalisasi Kali Ciliwung juga datang dari pendiri Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Jaya Suprana.

Budayawan asal Tionghoa yang besar dalam budaya Jawa ini menyambangi warga Bukit untuk menyampaikan dukungannya agar melawan arogansi Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Sama dengan Pak Mahfud, saya kesini juga ingin memberikan dukungan dan sekaligus pendampingan kepada warga yang sebenarnya punya hak atas kesewenang-wenangan pemerintah," ujar Jaya saat menyambangi warga di Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (12/5/2016).‎

Jaya yang saat ini memimpin lembaga pencatat prestasi superlatif bangsa Indonesia, mengaku prihatin dengan kondisi warga yang tengah harap-harap cemas terkait rencana penertiban dikawasan Bukit Duri.

"Mereka sudah tidak punya apa-apa lagi, kecuali harkat, martabat‎ dan harga diri," kata Jaya.

Mestinya, kata dia, pemerintah bisa menyelesaikan masalah tanpa harus membuat kegaduhan dan ketegangan.
"Ini saya perhatikan, kok malah pemerintah yang mau bikin‎ masalah," sesal dia.

Menurutnya, warga Bukit Duri memiliki bukti-bukti yang cukup terkait hak dan kepemilikan atas tanah yang dihuni.
"Ini (penggusuran) jelas pelanggaran hak asasi manusia. Kalau ini dibiarkan, dan pemerintah tetap mau menggusur sebiknya Pancasila dihapus saja deh," cetus Jaya.

Dia menyesalkan Pemprov DKI yang saat ini terkesan begitu kasar dan kejam kepada warga miskin. Dimana menurutnya, hal itu sama sekali berbeda dengan komitmen Gubernur sebelumnya, Joko Wido (Jokowi).

"Waktu Pak Jokowi memimpin Ibu Kota, beliau menepati janjinya tidak akan menggusur warga miskin. Tapi penerusnyua ini kok malah jadi begini," sindir Jaya.

"Bahkan, dulu ada warga disini‎ yang dapat bantuan dari Pak Jokowi sebesar Rp 36 juta untuk renovasi rumahnya, sekarang kok malah mau digusur," ujar dia penasaran.

"Jadi, saya melihatnya ada pergeseran kemanusiaan yang luar biasa. Sekarang (Ahok) tidak ada lagi keberpihakan kepasda warga miskin.

Dengan kehadiran Pak Mahfud kesini, itu artinya,‎ nurani kemanusiaan masih ada di bangsa ini," pungkasnya. (icl)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Semar Institut: Kritik Adalah Hak Demokratis, tetapi Membubarkan Diskusi Bukan Tradisi Intelektual

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 16 Jun 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Direktur Eksekutif Semar Institut, Tunjung Budi, menyayangkan tindakan sejumlah mahasiswa yang membubarkan forum diskusi di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas ...
Jakarta

Integritas Pegawai Jadi Fondasi Reformasi Kemenimipas 2026

Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memasuki 2026 dengan membawa semangat reformasi birokrasi dan penguatan integritas aparatur. Namun tantangan sesungguhnya bukan pada ...