Jakarta
Oleh Atto Kuat pada hari Selasa, 31 Mei 2016 - 06:00:26 WIB
Bagikan Berita ini :

Ahok Akui Adanya Penambahan Jumlah Kendaraan di Ibukota

37macet.jpg
Ilustrasi (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan sistem jalan berbayar elektronik atau Electronic Road Pricing (ERP) baru dapat diterapkan pada 2017.

"Untuk solusi jangka panjang atas masalah kemacetan di Jakarta, memang harus menerapkan ERP. Tapi sistem itu baru bisa diterapkan tahun depan," kata Basuki di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (30/5/2016)

Oleh karena itu, menurut pria yang lebih akrab disapa Ahok sehari-hari itu, harus segera diberlakukan kebijakan pembatasan kendaraan yang baru untuk menggantikan sistem 3-in-1 yang telah dihapus.

"Betul. Memang terjadi penambahan jumlah kendaraan saat ini. Makanya, harus segera diterapkan kebijakan yang baru, juga sambil menunggu penerapan sistem ERP," ujar Ahok.

Sementara itu, terkait kebijakan sementara pengganti 3-in-1, dia menuturkan saat ini pihaknya sudah menyiapkan dua opsi, yaitu kebijakan plat nomor ganjil genap dan sistem satu arah.

"Dari hasil kajian awal, sudah ada dua opsi kebijakan pembatasan kendaraan untuk diterapkan sementara waktu, yakni sistem ganjil genap dan sistem satu arah," tutur Ahok.

Meskipun demikian, mantan Bupati Belitung Timur itu mengungkapkan sampai dengan saat ini, kajian lebih lanjut mengenai penerapan kedua opsi tersebut masih belum selesai.

"Sebetulnya, dihapus atau tidaknya kebijakan 3-in-1, kemacetan lalu lintas tetap terjadi karena jumlah kendaraan terus meningkat sedangkan rasio jalan tidak bertambah. Makanya, kami berharap kajian-kajian itu cepat selesai dan diterapkan kebijakan baru," ungkap Ahok. (icl)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Integritas Pegawai Jadi Fondasi Reformasi Kemenimipas 2026

Oleh Redaksi Teropongsenayan
pada hari Rabu, 01 Apr 2026
Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memasuki 2026 dengan membawa semangat reformasi birokrasi dan penguatan integritas aparatur. Namun tantangan sesungguhnya bukan pada ...
Jakarta

Imigrasi Jadi Motor Ekonomi, Lapas Fokus Kemandirian

JAKARTA – Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Abdullah Rasyid menegaskan bahwa arah kebijakan kementerian saat ini tidak lagi semata berorientasi pada fungsi administratif, ...