
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan terjadi penambahan aset negara secara nyata dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2015. Ini pertama kali LKPP berbasis akrual.
"Pada neraca pemerintah pusat per 31 Desember 2015, total aset disajikan sebesar Rp 5.163,32 triliun atau naik sebesar Rp 1.252,40 triliun dibanding total aset 2014 sebesar Rp 3.910,92 triliun," ujar Harry Azhar Azis, Ketua BPK.
Ketua BPK mengatakan hal itu saat menyampaikan sambutan pada rapat paripurna DPR RI saat menyampaikan LHP atas LKPP 2015, Kamis (2/6/2016). Hal yang sama juga disampaikan dalam rapat paripurna DPD RI pada hari yang sama.
Harry Azhar Azis mengungkapkan LKPP 2015 merupakan tahun pertama penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) berbasis akrual. Ada tujuh laporan keuangan yang diterbitkan pemerintah sesuai SAP berbasis akrual ini.
Ke tujuh laporan tersebut adalah Laporan Realisasi APBN, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LPSAL), Neraca, Laporan Operasional (LO), Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Ekuitas dan Catatan atas Laporan Keuangan.
"Laporan tersebut bertambah sebanyak 3 laporan jika dibandingkan dengan Laporan Keuangan sesuai SAP berbasis Kas menuju Akrual yaitu LPSAL, LO dan LPE," papar Harry Azhar Azis. Diungkapkan penerapan SAP berbasis akrual maka laporan keuangan pemerintah lebih akuntabel dan transparan. (ris)