
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai wacana MenPAN-RB Yuddy Chrisnandi seperti tak berilmu terkait pemangkasan satu juta PNS yang belakangan ini menjadi sorotan.
Pasalnya, rasionalisasi PNS sendiri harus punya strategi yang matang, dan tidak bisa mengambil kebijakan secara sepihak. Harus melihat juga efek jangka panjangnya bila kebijakan tersebut sampai diterapkan.
"Tidak bisa kita langsung main potong. Semua harus punya skema dan punya strategi. Jangan sampai ada pemotongan PNS, semua harus ada ilmunya," kata Fahri di Gedung Nusantara III DPR, Jakarta, Selasa (7/6/2016).
Fahri pun mengungkapkan bila banyak kerja PNS yang tak maksimal, maka MenPAN-RB harus mereformasi dari sisi sistim pegawai. Mulai dari perekrutan, sistim kerja, dan batas maksimal pensiun PNS itu sendiri.
"Ya kalo mau mereformasi harusnya cari dong lulusan terbaik dari universitas-universitas negeri. Cari umur yang produktif dari umur 25 tahun, lalu dibatasi usia pensiun sampai 50 tahun saja. Dengan begitu, kesempatan untuk mengembangkan diri sangat potensi bila sudah tidak menjadi PNS," jelasnya.