Berita
Oleh Mandra Pradipta pada hari Minggu, 26 Jun 2016 - 19:23:43 WIB
Bagikan Berita ini :

Terjun ke Perairan Natuna, Akom Puji Langkah Jokowi

820160202_132357.jpg
Ketua DPR Ade Komarudin (Sumber foto : Aris Eko)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Langkah Presiden Jokowi terjun langsung meninjau perairan Natuna dipuji Ketua DPR Ade Komarudin. Presiden dinilai sebagai sinyal kepada China agar tidak mengganggu kedaulatan NKRI.

"Ini sebagai sinyal buat Cina, kalau mereka gak boleh anggap enteng banyak negara terkait Natuna," kata Ade Komaruddin di Gedung Nusantara III DPR, Jakarta, Jumat (24/6/2016).

Presiden Jokowi berada di perairan Natuna setelah terjadi ketegangan antara kapal perang ALRI dengan kapal penjaga pantai Cina yang mengawal kapal nelayan Cina. Nelayan Cina itu kedapatan mencuri ikan di Natuna.

Namun saat diusir oleh kapal perang ALRI, kapal penjaga pantai Cina itu melakukan perlawanan. Insiden tembak menembak tak terhindarkan. Peristiwa ini menyulut ketegangan antara Indonesia dengan Cina.

Menurut, Akom sapaan Ade Komarudin, pemerintah harus bisa terus konsisten melakukan langkah serius menjaga teritorial Indonesia di kawasan Pulau Natuna. Bila tidak, hal itu bisa menjadi ancaman yang serius kedepannya.

"Pasti ada kelanjutan dari yang sekarang," imbuhnya.(ris)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Menjaga Fondasi Kepercayaan: Menghindari Skenario Ekstrem “70% PDB Keluar dari Pasar”

Oleh Chairul Munawar Tanjung
pada hari Jumat, 16 Jan 2026
Sebagai pelaku usaha yang telah melalui beberapa siklus ekonomi di Indonesia, saya merasa perlu menyampaikan keprihatinan dan sekaligus harapan mengenai kondisi ekonomi kita belakangan ini. Dalam ...
Berita
Sebut Situasi Seperti 1998

Hariman Siregar : Demokrasi Dikendalikan Elit Politik dan Oligarki

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Tokoh peristiwa Malari dokter Hariman Siregar menilai situasi sosial politik nasional saat ini seperti tahun 1998. Dia menyebut persamaan itu antara lain ditandai oleh ...