Opini
Oleh Ferdinand Hutahaean (Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia) pada hari Minggu, 31 Jul 2016 - 08:50:29 WIB
Bagikan Berita ini :

Program Pembangkit Listrik 35 GW Amburadul, Segera Copot Sofyan Baasir

19b2935a3e36cf5f2333208008cbcaa131af1d572a.jpg
Ferdinand Hutahaean (Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia) (Sumber foto : Aris Eko)

Dari awal penunjukan Sofyan Baasir menjadi Dirut PLN sudah menuai kontroversi. Saat itu dia menjadi pilihan Mentri BUMN untuk menahkodai PLN. Melihat latar belakang Sofyan Baasir yang seorang bankir yang justru sangat buta tentang kelistrikan memunculkan banyak pertanyaan terutama dari kalangan praktisi dan pengamat dibidang ini.

Tapi pemerintah dengan percaya diri tinggi meyakini bahwa Sofyan Baasir akan mampu mengangkat PLN terbang tinggi. Meski itu sangat terlihat seperti mimpi disiang bolong karena ini pilihan salah, orang yang salah ditempat yang salah.

Penunjukan Sofyan Baasir sejak awal kita curigai akan membawa PLN kepada rejim pasar bebas dan mengabaikan prinsip dasar PLN adalah BUMN yang mengemban amanah konstitusi yaitu menguasai cabang produksi yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Sofyan Baasir kita curigai akan membawa PLN menjadi BUMN yang mengejar keuntungan dengan mengabaikan prinsip pelayanan publik.

Sudah hampir dua tahun pemerintahan Jokowi berlangsung, hampir dua tahun pula program besar Jokowi membangun listrik sebesar 35.000 MW atau 35 GW di luncurkan. PLN sebagai ujung tombak eksekutor kebijakan ini terlihat gamang dan tidak punya road map terukur bagaimana mensukseskan program 35 GW tersebut.

Hal inipun membuat kementrian ESDM meradang dan sempat menarik program 35 GW ini dari PLN karena terlihat tanda-tanda akan gagal. Kegagalan program ini nanti akan menjadi kegagalan pemerintah bukan kegagalan PLN atau Sofyan Baasir.

Yang akan dicap gagal itu pemerintah, yang gagal itu Jokowi, bukan Sofyan Baasir. Jadi untuk apa pemerintah mempertahankan Sofyan Baasir yang tidak paham listrik dan tidak bisa menyusun road map terukur menyelesaikan 35 GW?

Ini yang harus dijawab Menteri BUMN. Jangan-jangan ini sengaja untuk mensabotase program Jokowi. Presiden harus hati-hati terhadap intrik politik, terlebih Sofyan Baasir ini adalah orang dari rejim masa lalu yang kini gemar mengkritik rejim Jokowi.

Jokowi harus segera mengevaluasi pelaksanaan listrik 35 GW, sampai hari ini tidak jelas arah program ini dan tidak pernah dibuka ke publik berapa MW yang sudah mulai dibangun. Kenapa PLN terlihat sangat tertutup? Apa yang ditutupi? Bukankah program ini harus dipublikasi agar rakyat tau capaian kinerja pemerintah?

Ada yang aneh memang dari Dirut PLN ini. Bahkan kabarnya jajaran direksi yang lain juga kurang senang dan dilarang bicara. Ini arogansi dan otoriter namanya. Padahal dari jajaran direksi yang lain, banyak yang lebih mampu dari Sofyan Baasir, banyak yang lebih paham tentang seluk beluk pembangunan listrik.

Sebaiknya Sofyan Baasir segera dicopot dan diganti karena yang bersangkutan adalah orang yang salah ditempat yang salah.(*)

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Opini Lainnya
Opini

Pertumbuhan Ekonomi 2026: Optimisme Menkeu dan Kondisi Berliku

Oleh Ajib Hamdani Analis Kebijakan Ekonomi APINDO
pada hari Kamis, 01 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Pertumbuhan ekonomi 6% pada tahun 2026 sepertinya bukan hal yang sulit dicapai. Dalam beberapa kali kesempatan, termasuk pernyataan pada Hari Rabu, 31 Desember 2025, ...
Opini

The Power

Anne adalah seorang akuntan. Dia tidak punya latar belakang teknologi. Namun dia punya mimpi menjadi pemimpin di perusahaan rintisan (start-up) teknologi tinggi. Secara logika, dia tidak memenuhi ...