Berita
Oleh pamudji pada hari Minggu, 25 Sep 2016 - 11:04:36 WIB
Bagikan Berita ini :

Keterlaluan, Banyak yang Datangi Lokasi Banjir Garut untuk Selfie

92banjirgarut2.jpg
Banjir bandang Kabupaten Garut (Sumber foto : ist)

BANDUNG (TEROPONGSENAYAN) - Badan SAR Nasional (Basarnas) mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan swafoto (selfie) di lokasi bencana banjir bandang Kabupaten Garut, Jawa Barat. Tindakan ini terkesan tidak menghargai warga yang sedang dilanda musibah.

"Harap diingatakan atau ditegur bagi masyarakat yang hanya selfie-selfie, mari kita jaga perasaan korban yang terkena bencana," kata Humas dan Protokoler Basarnas Bandung, Joshua melalui siaran pers, Minggu (25/9/2016).

Ia menuturkan selama tanggap darurat bencana banjir bandang banyak warga berdatangan ke lokasi banjir. Menurutnya lokasi banjir bandang di Garut terkesan dianggap sebagai tempat wisata bencana oleh masyarakat bukan korban bencana.

"Jangan kejadian musibah ini dijadikan wisata bencana," katanya.

Komandan Posko Penanggulangan Bencana Garut, Letkol Arm Setyo Hani Susanto mengimbau masyarakat untuk menjaga perasaan korban bencana dengan tidak berfoto-foto di lokasi banjir. Ia menceritakan selama tanggap darurat ada banyak masyarakat luar, bahkan mengatasnamakan kelompok atau organisasi berfoto bersama dengan latar belakang daerah terdampak banjir.

"Foto-foto selfie dengan membawa 15 orang, background-nya ada kami (petugas) di lokasi bencana. Itu menyakiti perasaan yang menjadi korban," kata Setyo.

Ia menambahkan masyarakat yang datang ke lokasi banjir itu sebagian hanya menonton, ada juga menyerahkan bantuan langsung kepada korban. Namun anehnya setelah menyerahkan bantuan, kata dia, kelompok orang tersebut berfoto bersama kemudian teriak-teriak.

"Foto-foto lalu teriak-teriak. Saya dokumentasikan itu. Saya sendiri saja (lokasi banjir) tidak mau memperlihatkan gigi saya (senyum)," kata Setyo juga menjabat sebagai Komandan Kodim 0611 Garut.

Di Beberapa lokasi banjir banyak warga secara perorangan maupun bergerombol mengatasnamakan organisasi atau unsur orang penting datang untuk melihat kondisi pascabanjir. Seperti di lokasi banjir Kampung Cimacan, Kecamatan Tarogong Kidul ada sekelompok perempuan datang untuk memberi bantuan kepada korban banjir. Setelah menyerahkan bantuan, mereka berfoto bersama dengan gaya ceria berlatarbelakang lokasi bencana banjir.

Selain itu, banyak juga komunitas kendaraan mobil mewah dengan jumlah banyak masuk ke titik lokasi banjir di Cimacan. Komunitas mobil mewah itu datang sambil menyalakan sirine ketika mau memasuki kawasan lokasi banjir. Sementara itu, lokasi banjir di Cimacan banyak rumah yang rusak dan berlumpur. Petugas gabungan dan relawan membantu warga untuk membersihkan rumahnya. (plt/ant)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
IDUL FITRI 2024
advertisement
IDUL FITRI 2024 MOHAMAD HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2024 ABDUL WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2024 AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI 2024 ADIES KADIR
advertisement