Jakarta
Oleh syamsul bachtiar pada hari Jumat, 30 Sep 2016 - 08:49:20 WIB
Bagikan Berita ini :

PDIP Minta Ditunda, Faktanya Ahok Tetap Gusur Bukit Duri

36ahokserius.jpg
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Politisi PDIP Hendrawan Supratikno mengaku sempat menghubungi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk menunda penggusuran di pemukiman padat penduduk Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (28/9/2016). Namun, faktanya Ahok tetap melaksanakan penggusuran itu.

Hendrawan juga meminta agar Ahok menunggu keluarnya keputusan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan PTUN sebelum melakukan penggusuran.

"Saya whatsapp Pak Ahok dan memintanya menunda. Tetapi dia mengatakan tidak bisa, karena ini proyek nasional yang harus segera diselesaikan," ungkap dia kepada wartawan di komplek parlemen Jakarta, Kamis (29/09/2016).

Namun, kata dia, mungkin Pemerintah Daerah ( Pemda ) DKI juga mempunyai argumentasi serta landasan hukum yang kuat untuk melakukan penggusuran. Walaupun sebenarnya, ada ketidakharmonisasian UU (Undang - undang) dalam penggusuran di Bukit Duri.

"Harus melakukan harmonisasi hukum ke depannya. Karena, di UU ini diperbolehkan, tapi di UU lain tidak boleh. Itu yang sangat diprihatinkan oleh badan legislatif," kata dia.

Pada bagian lain, Hendrawan yang juga Anggota Komisi XI DPR RI meminta Ahok untuk mendirikan pasar di sekitar rusunawa tempat korban penertiban Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan.

"Saya minta kepada Pak Ahok di dekat rusunawa tersebut harus ada pembangunan pasar karena di situlah titik ketemu mereka untuk mencari rezeki," ujar Hendrawan.

Menurut Hendrawan, perbedaan persepsi antara Gubernur DKI dengan masyarakat Bukit Duri tidak bisa terihindarkan. Karena, kata politisi PDIP ini, rencana calon gubernur yang diusung oleh partainya itu hanya ingin memanusiakan masyarakat yamg sebelumnya tinggal di daerah kumuh dan memotong rantai kemiskianan. Sedangkan, orang-orang yang tinggal di sana beranggapan mereka sudah lama dan tidak mau direlokasi karena mata pencariannya di wilayah tersebut. (plt)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
IDUL ADHA 2026 AHMAD NAJIB
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Semar Institut: Kritik Adalah Hak Demokratis, tetapi Membubarkan Diskusi Bukan Tradisi Intelektual

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 16 Jun 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Direktur Eksekutif Semar Institut, Tunjung Budi, menyayangkan tindakan sejumlah mahasiswa yang membubarkan forum diskusi di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas ...
Jakarta

Integritas Pegawai Jadi Fondasi Reformasi Kemenimipas 2026

Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memasuki 2026 dengan membawa semangat reformasi birokrasi dan penguatan integritas aparatur. Namun tantangan sesungguhnya bukan pada ...