Jakarta
Oleh Alfian Risfil pada hari Selasa, 18 Okt 2016 - 15:37:21 WIB
Bagikan Berita ini :

Potensi Suara Siluman 1‎68 Ribu, Tim Anies-Sandi: Ini Gila Namanya, Perlu Diusut

74ahmad_sulhy.jpg
Ahmad Sulhy (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Program penggusuran yang gencar dilakukan Pemprov DKI dianggap akan membuka celah kecurangan pada proses Pilgub DKI 2017.

Hal itu dinilai berdampak langsung pada proses pendataan pemilih. Berdasarkan data relokasi warga korban penggusuran, setidaknya ada 168.000 warga Jakarta yang terancam kehilangan hak pilih.‎

Jumlah itu merupakan pemilih yang telah pindah domisili sebagai korban penggusuran. Data itu ditemukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dalam proses verifikasi faktual face to face, dari rumah ke rumah.

Wakil Ketua Bidang Data dan Saksi Tim Pemenangan Anies-Sandi, Ahmad Sulhy mengkhawatirkan adanya potensi 168 ribu pemegang hak suara yang terancam kehilangan hak pilihnya di Pilgub DKI 2017.

Sulhy menduga, 168 ribu warga itu tidak terdata sebagai pemilih dalam proses Pemutakhiran Data Pemilih yang digelar KPU DKI pada 7 September-8 Oktober 2016.‎

"Ini gila namanya, perlu diusut tuntas sehingga mereka yang seharusnya punya hak pilih akibat dipaksa pindah atau digusur, harus tetap terjamin dan terdata hak pilih sesuai undang-undang," kata Sulhy kepada TeropongSenayan, Jakarta, Selasa (18/10/2016).

Sulhy mengungkapkan, proses demokrasi lokal DKI untuk memperebutkan kursi gubernur dan wakil gubernur harus steril dari kecurangan.

"Jadi, jangan sampai ada peluang memanipulasi data pemilih atau cara-cara kamuflase survei yang menggiring warga secara paksa ke paslon tertentu," ujar Sulhy.

Padahal, lanjut Sulhy, banyak kebijakan dalam Pilkada DKI ini yang perlu mendapatkan pemahaman bersama, misalnya soal perbedaan mencolok jumlah total pemilih.

"Mengapa hasil analisia DP4 sebesar 7,4 juta suara, sedangkan DPT Pilpres 2014 sebesar 7,09 juta suara dengan hasil sinkronisasi DP4 dan DPT Pilpres 2014 menjadi 8,2 juta suara yang selalu dijawab oleh KPU DKI diminta menunggu hasil coklit," terang Sulhy penasaran.‎

"Ini ada kelebihan jumlah pemilih 1,147,483 orang dari data sebelum coklit, kini kita dengar hilangnya hak pilih warga sebesar 168 ribu orang yang diduga berasal dari kantong-kantong wilayah yang digusur Gubernur DKI sekarang," bebernya.‎

Karenanya, menurut Sulhy, untuk menjawab dan membantu kerisauan warga korban penggusuran tersebut, pihaknya akan membuka Posko Pengaduan Hak Pilih di setiap Kantor DPC Gerindra di enam wilayah.

"Nanti kita monitor dari kantor pusat Pemenangan Anies-Sandi di Jalan Cicurug Nomor 6 Menteng Jakarta Pusat,"‎ tandasnya.(yn)

tag: #dki-jakarta  #kpu  #pilkada-jakarta-2017  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Semar Institut: Kritik Adalah Hak Demokratis, tetapi Membubarkan Diskusi Bukan Tradisi Intelektual

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 16 Jun 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Direktur Eksekutif Semar Institut, Tunjung Budi, menyayangkan tindakan sejumlah mahasiswa yang membubarkan forum diskusi di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas ...
Jakarta

Integritas Pegawai Jadi Fondasi Reformasi Kemenimipas 2026

Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memasuki 2026 dengan membawa semangat reformasi birokrasi dan penguatan integritas aparatur. Namun tantangan sesungguhnya bukan pada ...