Berita
Oleh Ferdiansyah pada hari Selasa, 22 Nov 2016 - 14:06:07 WIB
Bagikan Berita ini :

Polri Ogah Bocorkan Informasi Soal Upaya Makar pada 25 November

55rikwanto.JPG
Kombes Pol Rikwanto (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Kombes Pol Rikwanto mengatakan, pihaknya telah mengkaji soal adanya upaya makar pada demo 25 November 2016 mendatang.

Namun, Rikwanto enggan menyimpulkan lebih detail apakah sudah ditemukan satu aksi nyata dalam upaya makar itu. Secara internal informasi yang masuk terus dikaji.

"Itu informasi juga dalam kajian Kepolisian, kita tidak bisa menyebutkan info seperti apa, masuk kapan, seperti apa itu kajian internal kita," kata Rikwanto di kantonya, Jakarta Selatan, Selasa (22/11/2016).

Ia mengungkapkan, aksi pada 25 November nanti juga berkaitan dengan tuntutan keadilan dalam kasus penistaan agama oleh Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang sudah menjadi tersangka.

"Itu tentunya ada info yang masuk, yang sudah dikaji, sudah didalami. Tentunya pernyataan itu dikeluarkan hasil daripada kajian,” terangnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan, aksi 25 November 2016 direncanakan akan menguasai gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Majelis Permusyarakatan Rakyat (MPR).

"Ada upaya-upaya tersembunyi dari beberapa kelompok yang ingin masuk dalam DPR dan berusaha dalam tanda petik," kata Tito.

Tito mengaku mendapatkan informasi bahwa agenda unjuk rasa nanti bukan hanya terkait proses hukum terhadap kasus penistaan agama, tapi ada agenda lain. Bila benar ada agenda lain dalam aksi ini, tindakan tegas akan dilakukan polisi.

"Agenda politik lain, antaranya adalah upaya melakukan makar. Bila itu terjadi, kami lakukan tindakan tegas sesuai aturan hukum yang berlaku," kata Tito.

Terkait kasus dugaan penistaan agama ini, Mabes Polri kembali memeriksa Ahok sebagai tersangka. Setelah peningkatan status tersebut, penyidik sudah memeriksa 24 saksi. Setelah Ahok diperiksa sebagai tersangka, penyidik masih akan memanggil saksi lain baik dari ahli pidana, ahli agama, dan ahli bahasa.

Setelah penyidikan selesai, polisi akan segera mungkin menyelesaikan berkas perkara kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok agar dapat dilimpahkan ke Kejaksaan. Ahok sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama. Ia dijerat dengan Pasal 156a KUHP tentang Penistaan Agama.(yn)

tag: #aksi-25-november  #kapolri  #polri  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Ingin Berobat dan Mengurus Pesantren, Bupati Bener Meriah Mundur

Oleh Rihad
pada hari Sunday, 24 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Tgk Sarkawi menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Bupati Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, yang diumumkan kepada masyarakat pada saat pelaksanaan ibadah ...
Berita

Pasien yang Lolos dari Wisma Atlet Ditemukan di Tasikmalaya Sedang Naik Motor

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Tim gabungan berhasil mengevakuasi pasien positif COVID-19, Kamis 21 Mei 2020  pukul 01.15 WIB. Kejadiannyai  berada di cek poin Pos Pengamanan Operasi Ketupat ...