Jakarta
Oleh Alfian Risfil Auton pada hari Sabtu, 26 Nov 2016 - 06:52:15 WIB
Bagikan Berita ini :

DPT Amburadul, Kubu Anies-Sandi Temukan Ratusan Ribu Pemiih Siluman

38datadptkubuanies.jpg
Data DPT Pilkada DKI Jakarta 2016 Temuan Tim Anies-Sandi (Sumber foto : Alfian Risfin Auton/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Tim pemenangan paslon Gubernur dan Wagub DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno, menyoroti buruknya data daftar pemilih pada Pemilukada DKI 2017.

Hal itu merujuk pada hasil penyisiran dan analisis Departemen data Timses Anies-Sandi yang menemukan Daftar Pemilih Sementara (DPS) siluman sebesar 104.826.‎

Sekretaris Timses Anies-Sandi, Syarif menyebut, data pemilih memiliki peran strategis dalam pembangunan Ibu Kota kedepan.‎

"Seharusnya konsentrasi pembangunan berfokus pada pemenuhan kebutuhan penduduk atas kotanya. Tapi, bagaimana mungkin bisa terealisasi, kalau datanya saja masih karut-marut begini," kata Syarif saat jumpa pers di Posko Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (25/11/2016).

Karena itu, sekretaris Komisi A DPRD DKI ini, meminta instansi terkait, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) bersama KPU DKI segera memperbaiki kinerjanya dalam mendata ulang warga.

"Jangan sampai dikurangi atau dilebih-lebihkan, karena setiap warga punya hak yang sama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," tegas Syarif.

"Artinya, pemutakhiran data penduduk oleh Disdukcapil harus dilakukan secara berkala dan berkesinambungan, bukan ketika momen-momen tertentu saja," jelas politikus Gerindra ini.
‎‎
Selain itu, lanjut Syarif, juga ada 59.713 data pemilih yang tidak memiliki kartu keluarga (KK) dan ratusan keluarga yang memiliki nomor KK yang sama. "Ini aneh. Sebab NIK itu keluar dari KK. Masa KK tidak ada," cetusnya.

Timses Anies-Sandi pun meminta, agar KPU DKI bersama tim paslon nantinya melakukan penyisiran bersama-sama.
‎
"Kalau tidak segera dilakukan, ratusan ribu pemilih itu akan menjadi pemilih siluman," ucap Syarif mewanti-wanti.
‎
Diketahui, timses paslon nomor urut tiga menemukan 104.826 identitas pemilih bermasalah. Temuan tersebut berdasarkan penyisiran internal.

Adapun temuan itu berupa 43.427 pemilih dengan nomor induk kependudukan (NIK) ganda, 817 NIK hingga tiga orang, 51 NIK dengan empat nama, 17 NIK hingga lima nama, 2 NIK dengan enam nama, dan 1 NIK dipakai delapan nama.

Lalu, 75 pemilih tidak memiliki NIK, 59.713 pemilih tanpa nomor Kartu Keluarga (KK), 102 pemilih dengan nomor KK sama, 478 pemilih memiliki nomor KK sama, dan 146 pemilih dengan nomor KK sama.(ris)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Semar Institut: Kritik Adalah Hak Demokratis, tetapi Membubarkan Diskusi Bukan Tradisi Intelektual

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 16 Jun 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Direktur Eksekutif Semar Institut, Tunjung Budi, menyayangkan tindakan sejumlah mahasiswa yang membubarkan forum diskusi di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas ...
Jakarta

Integritas Pegawai Jadi Fondasi Reformasi Kemenimipas 2026

Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memasuki 2026 dengan membawa semangat reformasi birokrasi dan penguatan integritas aparatur. Namun tantangan sesungguhnya bukan pada ...