Berita
Oleh Alfian Risfil Auton pada hari Kamis, 01 Des 2016 - 19:40:21 WIB
Bagikan Berita ini :

Proses Hukum Penuh Kepura-puraan, Ahok Diprediksi Bebas

19IMG-20161201-WA037.jpg
Ichsanudin dalam sebuah diskusi bertema "Aksi Bela Islam III-212, Doa Atau Unjuk Rasa dan Prediksinya" di Menteng, Jakarta, Kamis (1/12/2016) (Sumber foto : Alfian/TeropongSenayanl)

JAKARTA (TEROPONSENAYAN) - Pengamat politik Ichsanudin Noorsy memprediksi tersangka kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan divonis bebas.

Hal itu merujuk pada proses hukum calon petahana gubernur DKI yang super cepat dan terkesan dilakukan dengan pendekatan politik.

Dia mengatakan, penguasa yang notabene memiliki kewenangan mengintervensi proses hukum akan melakukan politisasi dalam menindak Ahok.

"Saya selalu mengatakan yang namanya penyidikan dan penyelidikan itu ada politiknya yang sangat luar biasa. Penyidikan bisa menjadi jarum yang sangat kecil tapi tajam dan berisi racun. Sehingga ketika ditusukkan langsung mati," kata Ichsanudin dalam sebuah diskusi bertema "Aksi Bela Islam III-212, Doa Atau Unjuk Rasa dan Prediksinya" di Menteng, Jakarta, Rabu (1/12/2016). ‎

"Ada juga jarum yang sama sekali jangankan menusuk kulit, yang masuk ari-ari aja nggak tetapi tetap terasa sebagai prasyarat," katanya.

Ichsanudin menyampaikan secara formal, proses hukum terhadap Ahok akan dilakukan sesuai mekanisme.

Tetapi, kata dia, seluruh tahapan penegakan hukum yang akan dilakukan aparat hanya manipulasi semata.

"Itu yang saya sebut dengan penyidikan. Politik penyidikan dan penyelidikan Polri, politik pemeriksaan di kejaksaaan, politik penuntutan, sampai dengan pendakwaan, bahkan pada posisi politik vonis, tidak akan memberikan ruang pada kekalahan Ahok. Itu soal pengalihan. Soal strategi bagaimana melakukan penuntutan, penyidikan, penyelidikan, pemeriksaan dan sebagainya sesungguhnya bisa dimainkan. Itulah yang disebut dengan kepura-puraan, kepalsuan, dan penipuan," paparnya.‎

"Dia seakan-akan mengadopsi keadilan, tetapi sesungguhnya tidak. Itu terjadi di Indonesia dan itu bukan hanya pada kasus Ahok," lanjutnya.

Ichsanudin mencontohkan beberapa kasus lain yang memperlihatkan bagaimana praktek hukum di Indonesia berkubang dengan politik.

"Ada seorang koruptor yang bebas melaui MK (Mahkamah Konstitusi), melalui apa yang namanya PK (Peninjauan Kembali). Itu terjadi," ungkapnya.

"Bayangkan, koruptor yang didenda sedemikian besar, yang dia tidak menjalani hukumannya, dia mengajukan PK, dan tiba-tiba dinyatakan bebas. Saya tidak mengajak untuk masuk dalam pesimisme hukum di Indonesia. Saya mengajak pada sebuah keberanian, menerima kenyataan. Bukan menyerah, ini prediksi saya," tutupnya. ‎(icl)

tag: #ahok  #aksi-bela-islam-iii  #islam-menggugat-ahok  #lawan-ahok  #penistaan-agama  #polri  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR Dorong Generasi Muda Perkuat Keamanan Digital

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 12 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong generasi muda memperkuat kesadaran keamanan digital dengan membiasakan diri menyaring informasi. ...
Berita

Achmad Daeng Sere Dorong Ruang Digital Dibangun dengan Etika, Keamanan, dan Tanggung Jawab

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere menegaskan pembangunan ekosistem digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas. ...