JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Kampanye blusukan menjadi favorit bagi kandidat gubernur DKI Jakarta, guna menggaet simpati warga. Selain bicara program, selama blusukan mereka juga berlomba menampakkan sisi-sisi humanis.
Simak pengalaman cagub nomor Urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono. Di sela blusukannya, Agus tak segan menyantap hidangan makan siang yang disediakan Masykur, warga Semanan, Jakarta Barat. Tiba di rumah Masykur, Agus disuguhi sejumlah makanan khas Betawi. Untuk hidangan pembuka, dia menyeruput semangkok es selendang mayang. Setelah itu, Agus makan siang dengan lauk tempe, semur jengkol, taoge tauco, dan ikan teri. "Enak-enak Pak, terima kasih pada yang masak. Ini suatu kehormatan diterima hangat," ujar Agus.
Sisi humanis lain tampak ketika Agus mendatangi acara syukuran warga. Kedua acara itu tak masuk dalam agenda blusukannya di Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat. Semula, bersama tim, Agus berjalan kaki berkeliling kampung, menyapa dan berdialog dengan warga.
Namun, di tengah jalan, dia melewati tenda acara pernikahan warga setempat. Tanpa pikir panjang, Agus langsung masuk dan menyalami mempelai.
"Selamat yak mas, mbak," ujar Agus Yudhoyono kepada kedua mempelai.
Setelah berfoto bersama kedua mempelai yang sedang berbahagia tersebut, Agus kembali melanjutkan perjalanannya. Di tengah jalan Agus Yudhoyono kembali menemui tenda warga yang sedang merayakan syukuran khitanan. Seperti sebelumnya, mantan perwira militer ini langsung masuk tenda dan menyalami shohibul hajat.
Lain Agus, lain pula Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Cagub DKI Jakarta nomor urut 2 ini melakukan aksi spontan, yang bernuansa humanis di sela blusukannya di kawasan Cipetet Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan. Ketika itu, di sela blusukan, Ahok menyempatkan memborong jajanan es goyang.
Setibanya di salah satu ujung gang, Calon Gubernur DKI Jakarta bernomor urut dua itu melihat tukang es goyang yang tengah mangkal sambil menunggu pembeli. Dia pun berjalan mendekati tukang es tersebut, kemudian langsung memesan satu es goyang rasa durian. Melihat di sekeliling tukang es itu terdapat banyak anak kecil, dia juga mengajak anak-anak itu untuk bersama-sama menikmati es goyang tersebut secara gratis.
Anak-anak kecil itu pun seketika langsung menyerbu gerobak pedagang es goyang untuk mengambil jatahnya masing-masing. Setelah mengucapkan terima kasih, dia kembali melanjutkan blusukan sambil menghabiskan es tersebut.
Tak cuma Agud dan Ahok, sisi-sisi humansi mengemuka di sela kampanye blusukan cagub nomor urut 3, Anies Baswedan. Tengok saja pengalamannya saat mendatangi kawasan Paseban, Senen, Jakarta Pusat. Di sini, Anies tak sekadar bicara program jika terpilih, namun juga menunjukkan respons spontan atas sambutan warga.
Anies, seperti tercekat dan tak bisa berkata-kata, manakala bertemu dengan Siti Purwanti (76). Begitu bertemu, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan ini larut dalam keharuan. Meskipun kondisi fisiknya sulit berjalan, perempuan berkerudung tersebut sangat gembira ketika Anies akhirnya mendatanginya dan duduk di sebelahnya. Nenek 17 ini cucu kemudian menyampaikan harapannya agar Anies mendoakan kesembuhannya. Selain itu, dia pun mendoakan Anies terpilih menjadi Gubernur Jakarta periode 2017-2022.
"Saya minta doanya ya pak. Biar cepat sehat dan sembuh. Saya juga mendoakan bapak agar terpilih nanti," ujar Purwanti sembari memeluk Anies.
Doa Purwanti diamini oleh Anies. Dia juga minta didoakan agar amanah dan dikuatkan dalam menjalani proses pilkada.
"Ya bu, saya harap Ibu cepat sehat, saya juga minta doanya agar amanah dan ikhlas," balas Anies.
Potongan kejadian di atas menunjukkan sisi humanis di sela kampanye blusukan para kandidat gubernur. Saat menyapa warga, mereka tak cuma dituntut canggih dan lancar bicara program. Di mata warga, seorang kandidat juga harus berjiwa humanis. (plt)