Berita
Oleh Ferdiansyah pada hari Selasa, 14 Feb 2017 - 19:19:15 WIB
Bagikan Berita ini :

SBY Sebut Grasi Antasari Bermotif Politik, Istana Buka Suara

55Johan-Budi.jpg
Johan Budi (Sumber foto : Dok/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menuding grasi yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap mantan Ketua KPK Antasari Azhar bermuatan politik.

Hal itu ditulis SBY dalam akun twitter pribadinya. Pernyataan SBY itu sebenarnya menanggapi pengakuan Antasari, yang meminta ketua umum Partai Demokrat itu bicara jujur soal kasus pembunuhan bos PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen, yang menyeret Antasari.

Pihak Istana pun membantah keras tudingan SBY. Juru Bicara Presiden, Johan Budi Sapto Pribowo mengatakan, hal yang disebutkan Antasari merupakan persoalan pribadi.

"Apa yang dibicarakan Pak Antasari sendiri terkait dengan perjalanan masa lalunya itu adalah urusan pribadi Pak Antasari sendiri. Jangan dikait-kaitkan dengan Presiden," kata Johan di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (14/2/2017).

Johan mengatakan, pemberian grasi terhadap Antasari sudah sesuai norma hukum. Tidak ada yang dilanggar Presiden Jokowi dalam memberikan pengampunan.

"Keputusan Presiden untuk memberi grasi kepada Pak Antasari itu berdasarkan saran atau masukan dari MA. Jadi tidak ada kaitannya sama sekali pemberian grasi itu dengan apa yang Pak Antasari lakukan secara pribadi," lanjut Johan.

Bahkan lanjut mantan Jubir KPK itu, Antasari sudah lama menyuarakan bahwa dirinya memang mengalami tindakan yang tidak adil secara hukum.

"Itu urusannya Pak Antasari sendiri. Jangan dibawa-bawa ke sini dan sama sekali tidak ada hubungannya grasi dengan itu," kata Johan.

"Kan keputusannya itu based on saran MA. Jadi MA lembaga resmi, kita tahu bersama kan. Apakah Anda menolak MA lembaga resmi. Tentu tidak," pungkasnya.(yn)

tag: #antasari-azhar  #susilo-bambang-yudhoyono-sby  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Donald Takan Tinjau Ulang UU Yang Lindungi Perusahaan Medsos

Oleh Aries Kelana
pada hari Kamis, 28 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Gegara menganggap beberapa perusahaan media sosial (medsos) tidak netral dan terlibat dalam aksi politik, Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan meninjau ...
Berita

Pedagang Indramayu Mondar-mandir ke Jakarta, Ternyata Positif Covid 19

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu  mengumumkan ada satu pasien positif corona usai libur lebaran. Pasien positif tersebut berinisial J ...