Berita
Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Jumat, 17 Feb 2017 - 15:28:00 WIB
Bagikan Berita ini :

DPR Sarankan Bentuk TPF Kasus Antasari

32antasari-azhar.jpg
Antasari Azhar (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Guna menghindari adanya kesimpangsiuran informasi, DPR menyarankan agar dibentuk tim pencari fakta (TPF) utnuk menyikapi dugaan kriminalisasi terhadap mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar.

"Kalau Presiden Jokowi memberi grasi Antasari itu dicurigai sebagai konspirasi politik, maka hal itu bisa mengurangi kepercayaan rakyat kepada pemerintah dan integritasnya bisa terganggu dalam menjalankan pemerintahannya secara nasional. Karena itu, sebaiknya dibentuk TPF untuk mengakhiri politisasi kasus itu," kata Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem di DPR Jhonny G Plate di gedung DPR RI Jakarta, Kamis (16/2/2017).

Hal itu disampaikan Jhonny dalam diskusi dialektika demokrasi bertajuk ‘Duel Antasari-SBY, Dimana Aparat Penegak Hukum?' bersama anggota Komisi III DPR FPKS Nasir Djamil, dan pakar hukum pidana, Abdul Fichar Hadjar

Meski demikian, Jhonny yakin jika Presiden Jokowi tidak melakukan konspirasi terkait pemberian grasi tersebut. Terlebih dikaitkan dengan Pilkada DKI Jakarta, itu terlalu kecil.

"Jadi, dengan pembentukan TPF ini diharapkan bisa menghentikan konspirasi yang bisa merusak dan menggangu proses politik di Indonesia. Saya yakin kepolisian juga akan netral untuk membantu mengungkap kasus itu," pungkasnya.

Sementara itu, Nasir Jamil menganggap, sulit mencari bukti-bukti keterlibatan Antasari dalam kasus pembunuhan bos PT Putra Rajawali Banjaran Nasruddin Zulkarnaen tersebut. Sehingga, kemudian muncul dugaan jika kasus itu sebagai rekayasa untuk menghancurkan KPK melalui Antasari. Hanya saja Antasari tidak konsisten.

"Mengapa sebelumnya (Antasari) mengatakan tidak akan membongkar kasusnya jika bebas, tapi kemudian bertemu Presiden RI dan sehari menjelang Pilkada melapor ke Bareskrim Polri dengan mengatakan adanya keterlibatan SBY sebagai inisiator," tutur dia heran.

Nasir menduga, keberanian Antasari mengungkap kasusnya tersebut karena ada ‘cantolan’ yang kuat. Dan dengan melapor ke Bareskrim itu, terangnya, berarti Antasari membutuhkan perlindungan.

"Jadi, silakan bentuk TPF dan Antasari jujur saja agar persoalan itu clear dan segera diakhiri dengan penegakan hukum," tambahnya.(yn)

tag: #antasari-azhar  #susilo-bambang-yudhoyono-sby  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Fadli Zon Bersuara Soal PKI, Netizen: Kenapa Sekaran Pada Berani Ujuk Gigi

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 25 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon melontarkan tentang partai komunis Indonesia (PKI) lewat akun Twitternya @fadlizon. Kicauan Fadli ini membuat banyak ...
Berita

Ingin Berobat dan Mengurus Pesantren, Bupati Bener Meriah Mundur

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Tgk Sarkawi menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Bupati Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, yang diumumkan kepada masyarakat pada saat pelaksanaan ibadah ...