Berita
Oleh Ferdiansyah pada hari Sabtu, 18 Feb 2017 - 08:34:25 WIB
Bagikan Berita ini :

Diduga Menggelapkan Uang, Pengemudi Polisikan Direksi Gojek

87gojek.jpg
Ilustrasi (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Direksi Keuangan PT Gojek Indonesia Kevin Bryan Aluwi dilaporkan oleh sejumlah pengemudi Gojek ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan penggelapan uang.

Rosikin, seorang pengemudi Gojek yang mewakili teman-temannya melaporkan petinggi perusahaan tersebut ke polisi dengan surat laporan no LP/843/II/2017/PMJ/Ditreskrimum.

Dia datang dengan ditemani oleh tim kuasa hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Oky Wiratama.

Oky mengatakan, pihaknya merasa PT Gojek telah menggelapkan uang deposit yang ada dalam akun pengemudi Gojek yang ter-suspend. Padahal, mereka menilai, tidak ada aturan tertulis yang mengatakan bahwa uang deposit akan diambil oleh pihak PT Gojek.

"Uang deposit yang ada dalam akun Pak Rosikin ada sekitar Rp 4 juta sekian tapi ketika ter-suspen uang tersebut tidak bisa ditarik. Saat mendatangi Gojek, mereka hanya bilang hal itu by system," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Jumat (17/2/2017).

Dalam sistem Gojek, suspend itu berarti seorang driver tidak akan bisa masuk dalam aplikasi khusus driver sehingga secara otomatis dia tidak bisa menerima pesanan (order).

Menurut Oky, manajemen Gojek tidak mau bertanggungjawab atas kerugian yang dialami oleh Rosikin dan belasan driver lainnya. Padahal, pihaknya telah meminta Gojek untuk berunding dan melakukan negosiasi, namun hal itu justru tidak ditanggapi dengan baik.

Oky menilai, sebutan mitra yang diberikan pada pengemudi Gojek justru telah menindas mereka karena tidak terdapat keadilan.

"Ini kan mitra tapi mereka malah justru menindas dengan tidak memberikan keterangan apapun kepada pihak yang dirugikan," tuturnya.

Rosikin mengaku, akunnya telah ter-suspend sejak 23 Januari lalu. Dalam rekeningnya tersebut diketahui terdapat uang sebesar Rp4,1 juta.

Dia pun telah mendatangi PT Gojek sebanyak empat kali untuk melakukan diskusi dan negosiasi, namun permintaannya justru tidak ditanggapi dengan baik.

"Awalnya saya lagi urus ATM yang hilang dan lapor ke kantor, saya minta tolong untuk bikin mobile Banking biar saya withdraw, dia (petugas) bilang bapak hapal tidak nomornya yang di ATM. Ya, sudah saya narik sebulan dan terkumpul Rp4,1 juta dijanjikan Selasa jadi (ATM) tapi Senin malah di-suspend," tuturnya.

Rosikin mengaku, dia dan sejumlah sopir lainnya tidak pernah mendapatkan penjelasan soal sistem yang dimaksud oleh pihak Gojek. Dia bersama 70 pengemudi Gojek dengan kasus yang sama justru dibiarkan mengantre tanpa mendapatkan penjelasan sedikitpun.

Untuk melengkapi laporannya itu, Rosikin menyertakan sejumlah barang bukti berupa surat perjanjian kemitraan, akun yang di-suspend dan bukti nomimal deposito. Terlapor digugat dengan Pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan.(yn)

tag: #gojek  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Percepatan Vaksinasi Cegah Penyebaran Covid-19

Oleh Sahlan Ake
pada hari Jumat, 22 Jan 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Politikus Nasdem non aktif Irma Suryani Chaniago menilai, lockdown bukan solusi untuk mencegah penyerbaran virus Covid-19. Saat ini, yang diperlukan adalah percepatan ...
Berita

DPR Hargai Acara Tabur Bunga untuk Korban Sriwijaya SJ 182

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Anggota Komisi VI DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa menghargai acara tabur bunga untuk korban Sriwijaya SJ 182 yang berlangsung Jumat (22/1). Ia ikut berduka cita serta sangat ...