Jakarta
Oleh Alfian Risfil pada hari Rabu, 15 Mar 2017 - 18:38:32 WIB
Bagikan Berita ini :

Tolak Ajakan Djan Faridz, Pengamat: Bukti Haji Lulung Tak Bisa Dibeli

31haji_lulung.jpg
Abraham "Lulung" Lunggana (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Sikap berani Ketua DPW PPP DKI Abraham Lunggana (Haji Lulung) yang menolak mendukung petahana Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat menuai apresiasi umat Islam di DKI Jakarta.

Sebagian pihak menilai sikap tersebut disebut nekat, mengingat Haji Lulung selama ini dikenal sebagai salah satu loyalis kuat Ketua Umum DPP PPP versi Muktamar Jakarta, Djan Farid.

Pengamat Kebijakan Publik Budgeting Metropolitan Watch (BMW), Amir Hamzah‎ mengaku‎ sempat tidak percaya dengan sikpa politik DPW PPP DKI yang berlawan dengan DPP PPP.

"Umat Islam di DKI mengapresiasi sikap tegas Haji Lulung. Jujur saya pribadi salut dan kagus dengan Haji Lulung dan kawan-kawan, ini lah sikap keteguhan hati dan istiqomah dari sosok pemimpin ideal," kata Amir kepada TeropongSenayan, di Jakarta, Rabu (15/3/2017).

Dalam pandangan Amir, Haji Lulung muncul sebagai salah satu dari sedikit politisi yang masih memiliki idealisme ditengah kacau balaunya dunia politik di Tanah Air.

"Saya kira, Haji Lulung bersama 9 anggota Fraksi PPP di DPRD DKI berprinsip kuat untuk menjadi benteng terakhir Rumah Besar Umat Islam," ujar Amir.

"Bahkan, saya dengar iming-iming uang Rp 7 miliar per anggota untuk mendukung ke petahana mereka tolak. Ini membuktikan bahwa Haji Lulung tidak bisa dibeli. Beliau istiqomah dan tak goyah sedikitpun demi tegak lurus menghormati perasaan konstituennya utamanya umat Islam di DKI. Jadi, keputusan DPW PPP DKI merapat ke Anies-Sandi‎ sudah tepat," pungkas Amir.(yn)

tag: #haji-lulung  #pilkada-jakarta-2017  #ppp  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Integritas Pegawai Jadi Fondasi Reformasi Kemenimipas 2026

Oleh Redaksi Teropongsenayan
pada hari Rabu, 01 Apr 2026
Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memasuki 2026 dengan membawa semangat reformasi birokrasi dan penguatan integritas aparatur. Namun tantangan sesungguhnya bukan pada ...
Jakarta

Imigrasi Jadi Motor Ekonomi, Lapas Fokus Kemandirian

JAKARTA – Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Abdullah Rasyid menegaskan bahwa arah kebijakan kementerian saat ini tidak lagi semata berorientasi pada fungsi administratif, ...