Berita
Oleh Mandra Pradipta pada hari Sabtu, 07 Feb 2015 - 18:01:08 WIB
Bagikan Berita ini :

PPI: Kesaksian Hasto di Komisi III Menguatkan Kriminalisasi KPK Atas Anas

74Ian Zulfikar PPI (mandra).jpg
Ian Zulfikar (Sumber foto : Mandra Pradipta/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -Ketua Presidium Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Ian Zulfikar menyebut pernyataan pelaksana tugas (Plt) Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di depan Komisi III DPR RI, semakin meyakinkan publik bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bermasalah dalam menjalankan proses penegakan hukum.

"Keterangan Hasto Kristyanto tersebut menambah terang tendensi kriminalisasi dalam kasus Anas Urbaningrum," kata Ian dalam keterangan pers PPI "Berani Menegakkan Keadilan" di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta, Sabtu (7/2/2015).

Dalam keterangannya itu, dia menjelaskan bahwa proses penetapan tersangka terhadap Anas oleh KPK‎ sebelumnya didahului pernyataan bersifat tekanan oleh presiden yang menjabat saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Selain itu, lanjut dia, penetapan tersangka kepada Anas lebih dipengaruhi dinamika politik internal partai Demokrat. "Publik juga tahu bahwa Sprindik (Surat Perintah Penyidikan) AU (Anas Urbaningrum) tidak jelas dan malah dibocorkan kepada publik, serta menjadi skandal hukum yang serius," ujarnya.

Atas alasan itu, terang Ian, kemudian dibentuk Komite Etik yang menghasilkan sanksi kepada dua orang pimpinan KPK. "Makin terang bahwa kriminalisasi kepada AU terkait kepentingan politik, baik di internal PD (Partai Demokrat) maupun oknum-oknum yang memegang otoritas penegakan hukum," tandasnya.

Sebelumnya, Hasto Kristiyanto memberikan pernyataan dihadapan Komisi III DPR RI tentang KPK, dalam kaitannya dengan penetapan Anas Urbaningrum sebagai tersangka. Dalam pernyataannya itu, Hasto mengatakan bahwa pembocoran Sprindik KPK terhadap Anas merupakan manuver politik KPK dalam mendapatkan dukungan dan pembentukan opini publik.

Diketahui, Anas Urbaningrum yang juga mantan ketua umum Partai Demokrat terjerat kasus penerimaan hadiah atau gratifikasi terkait proyek pembangunan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Anas sendiri sudah divonis oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta dengan 8 tahun penjara dan denda Rp 300 juta, namun pada proses banding Pengadilan Tinggi Jakarta mengurangi hukuman penjaranya menjadi 7 tahun dengan denda yang sama.(yn)

tag: #KPK  #Anas Urbaningrum  #PPI  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Irwan: New Normal Bentuk Kekalahan Perang Pemerintah Lawan Covid-19

Oleh Alfin Pulungan
pada hari Selasa, 26 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota DPR Fraksi Partai Demokrat, Irwan, menilai langkah pemerintah yang melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dengan cara menerapkan hidup normal baru ...
Berita

Dewas Tetap Lantik Dirut PAW TVRI, Komite Penyelamat TVRI Minta Jokowi Turun Tangan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Kekisruhan dalam tubuh TVRI dipastikan akan semakin diperburuk dengan kekinginan Dewan Pengawas untuk melantik Direktur Utama Pengganti Antar waktu TVRI. Ketua Komite ...