Berita
Oleh Alfian Risfil pada hari Jumat, 31 Mar 2017 - 14:26:14 WIB
Bagikan Berita ini :

IPW Nilai Polisi Arogan Tangkap Penggerak Aksi 313

51neta-s-pane.jpg
Neta S Pane (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN0 - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai, penangkapan terhadap penggerak 'Aksi 313' oleh aparat Polda Metro Jaya merupakan bentuk arogansi kepolisian.

"Apalagi alasan penangkapan itu disebut polisi bahwa mereka yang ditangkap akan melakukan aksi makar," kata Neta kepada wartawan, Jumat (31/3/2017).

Neta mendesak polisi agar segera menjelaskan secara transparan aksi makar yang dimaksud.

"Sebab beberapa waktu lalu Polda Metro Jaya juga sudah menangkap sejumlah tokoh kelompok nasionalis dengn tuduhan makar. Sekarang polisi kembali menangkap sejumlah tokoh Islam dengan tuduhan makar," lanjutnya.

Jika mengikuti pola pikir Polda Metro ini, sambung Neta, berarti ada dua kelompok yang hendak melakukan makar yakni kelompok nasionalis dan kelompok agama.

"Tapi anehnya kenapa TNI tenang-tenang saja. Kenapa BIN (Badan Intelijen Negara) tidak memberi sinyal bahwa negara sudah gawat dengan adanya kelompok nasionalis dan agama hendak melakukan makar," urainya penasaran.‎

"Anehnya lagi hingga kini para tokoh nasionalis yang pernah ditangkap dengan tuduhan makar tidak jelas keberadaan kasusnya. Bahkan BAP nya cenderung ditelan bumi karena BAP mereka tak pernah dilimpahkan ke kejaksaan," herannya.

Oleh karena itu, lanjut Neta, polisi harus menjelaskan secara transparan bagaimana nasib berta acara pemeriksaan (BAP) kasus makar terhadap tokoh-tokoh nasionalis itu dan bagaimana nasib BAP tokoh Islam yang dituduh makar dan sudah ditangkapi.

"Sebab apa yang dilakukan Polda Metro Jaya akhir-akhir ini sangat membingungkan. Ada apa dengan polisi. Jangan sampai polisi dituduh memihak salah satu calon gubernur Jakarta dan hanya karena ada pihak tertentu yang mendemo calon gubernur itu polisi langsung main tangkap dengan tuduhan makar," terangnya.

"Untuk itu IPW mendesak polisi segera melimpahkan BAP kasus makar sebelumnya agar bisa dituntaskan dan dibuktikan di pengadilan apakah tuduhan polisi terhadap mereka benar sesuai faktanya atau hanya reka-rekaan polisi untuk melakukan kriminalisasi kepada tokoh-tokoh kritis atau polisi yang berpihak pada cagub tertentu,"‎ tandasnya.

Sebelumnya, Sekjen Forum Umat Islam (FUI) sekaligus koordinator 'Aksi 313' Muhammad Al-Khaththath ditangkap aparat kepolisian dan dibawa ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok pada Jumat (30/2/2017) dini hari.

Ia ditangkap atas dugaan makar bersama empat orang lainnya, yaitu aktivis Zainuddin Arsyad, Wakorlap Aksi 313 Irwansyah, Panglima FSI Diko Nugraha, dan Andry.(yn)

tag: #aksi-313  #ipw  #polda-metro-jaya  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

BPIP: Masyarakat Pancasila Adalah Masyarakat Pembelajar

Oleh Alfin Pulungan
pada hari Senin, 28 Sep 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Hariyono menyebut masyarakat Pancasila merupakan masyarakat pembelajar yang memiliki semangat untuk terus ...
Berita

Anggap Biosecurity Indonesia Lemah, FPKS Sebut Penanganan Covid-19 Amburadul

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS Sukamta menyebut penanganan COVID-19 amburadul jadi bukti biosecurity Indonesia lemah. Maka dari itu untuk menambal kelemahan ini ...