Berita
Oleh M Anwar pada hari Rabu, 17 Mei 2017 - 08:09:07 WIB
Bagikan Berita ini :

Pesawat Dilarang Terbang Karena Cuaca Buruk, Bupati Nabire Pukul Petugas ATC

56IMG_20170517_080514.jpg
Bamdara Nabire (Sumber foto : Istimewa )

NABIRE (TEROPONGSENAYAN)--Gara-gara pesawat carterannya dilarang terbang lantaran cuaca buruk, Bupati Nabire memukul dua orang petugas Air Navigation Indonesia (Airnav) Nabire, Papua. Pemukulan karyawan operasional Airnav Nabire terjadi pada saat jam operasional Rabu (17/5/2017).

"Pihak Heavilift, perusahaan penerbangan carteran, mengajukan flight plan (rencana penerbangan) kepada waba (bandara kecil) Nabire dengan expect flying time 1 jam dan purpose time departure 06.30 utk," ujar Kiki Adrian, GM Airnav Nabire dalam pesan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (17/5/2017).

Ardian menambahkan, jika pesawat catatan itu akan take off dari Nabire pukul 06.30, maka mereka akan tiba kembali pada pukul 08.30 utc di luar ground time mereka di waba. Pada pukul 06.00 utc, sebelum take off, menurut Ardian, pihak Heavilift meminta extend waktu sampai dengan pukul 09.00 utc. Namun pihak otorita tidak berani me-realase dikarenakan ada informasi bahwa cuaca ke arah tenggara buruk.

Pihak otorita, menurut Ardian, memberikan saran, jika ingin terbang di luar jam operasional, pihak Heavilift harus membuat surat pernyataan yang berisi bilamana terjadi suatu hal di luar jam operasional, maka pihak Heavilift bertanggung jawab penuh akan hal tersebut, karena hal itu di luar wewenang pihak otorita bandara.

Namun, menurut dia, pihak Heavilift menolak saran itu. Pesawat carteran yang disewa Bupati Nabire itu bahkan tidak berani terbang. Kumudian pihak Airnav pun mengambil keputusan untuk membatalkan penerbangan dan melaporkan kepada pihak otorita bandara.

Namun, menurut Ardian, pihak pencarter pesawat (Bupati Nabire) tidak terima. Bupati kemudian mendatangi kantor briefing office Airnav Nabire dan meminta penjelasan.

"Pihak Airnav Nabire diwakili petugas bernama Hardianto pun memberi penjelasan, disaksikan oleh Junior Manager Ops Airnav Nabire, beberapa karyawan briefing office, dan beberapa pegawai Upbu Nabire dan Avsec Upbu Nabire. Atas penjelasan karyawan tersebut, pihak pencarter Heavilift tidak terima. Tiba-tiba Bupati Nabire memukul Hardianto serta seorang karyawan magang Airnav atas nama Anton," papar Ardian.(dia)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Menjaga Fondasi Kepercayaan: Menghindari Skenario Ekstrem “70% PDB Keluar dari Pasar”

Oleh Chairul Munawar Tanjung
pada hari Jumat, 16 Jan 2026
Sebagai pelaku usaha yang telah melalui beberapa siklus ekonomi di Indonesia, saya merasa perlu menyampaikan keprihatinan dan sekaligus harapan mengenai kondisi ekonomi kita belakangan ini. Dalam ...
Berita
Sebut Situasi Seperti 1998

Hariman Siregar : Demokrasi Dikendalikan Elit Politik dan Oligarki

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Tokoh peristiwa Malari dokter Hariman Siregar menilai situasi sosial politik nasional saat ini seperti tahun 1998. Dia menyebut persamaan itu antara lain ditandai oleh ...