Berita
Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Selasa, 04 Jul 2017 - 09:32:03 WIB
Bagikan Berita ini :

Romli Bikin LSM Tandingan ICW, Apa Kata Anggota DPR?

95misbakhun.jpg
Mukhamad Misbakhun (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Guru besar hukum pidana Universitas Padjajaran Romli Atmasasmita berencana membentuk LSM dengan nama National Corruption Watch (NCW). Hal itu merupakan bentuk kritiknya terhadap kinerja Indonesia Corruption Watch atau ICW.

Lalu apa kata anggota DPR soal rencana pembentukan LSM antikorupsi baru tersebut?

"Siapapun punya hak dirikan LSM, itu kan bagian dari demokrasi juga, sekaligus untuk berikan kritik kepada negara, itu hal yang wajar," kata anggota DPR Mukhamad Misbakhun di Gedung DPR Jakarta, Senin (3/7/2017).

Sebelumnya, melalu kicauan di akun twitternya, Romli mengkritik kinerja Indonesia Corruption Watch (ICW) yang dianggapnya tidak lagi kredibel. Untuk itu, ia berencana membuat lembaga swadaya masyarakat (LSM) antikorupsi tandingan.

"Saya akan bentuk corruption watch baru yang kredibel dan tanpa kepentingan apapun! National Corruption Watch - NCW," kata Romli lewat cuitannya yang dikutip TeropongSenayan, Selasa (4/7/2017).

Selain NCW, Romli juga menyodorkan ide nama LSM tandingan ICW itu dengan Nusantara Pemerhati Anti-Korupsi atau NPAK.

"Saya punya ide bentuk NCW/NPAK bukan untuk kompetisi tapi perkuat koalisi antikorupsi agar tetap on the track," ujarnya.

Selain soal kinerjanya yang dianggap tidak lagi independen, Romli juga menyoroti adanya dana asing yang mengalir ke kas ICW lewat proses yang tidak legal.

"Pencairan dana hibah asing untuk pihak koalisi LSM harus melalui rekening KPK sesuai UU No 17/2013 dan UU No 15/2004," beber guru besar hukum pidana internasional Universitas Padjajaran itu.

Romli membeberkan alasan penamaan LSM antikorupsi baru tersebut.

"Kenapa nama Nusantara - NCW krn masa kerajaan2 di nusantara tidak dikenal istilah korupsi- kembali ke khittah."

"Nusantara saya teringat masa keemasan Kerajaan Majapahit dengan sumpah PALAPA."

"Yang mau gabung NCW selain syarat pengetahuan dn pengalaman, terpenting imun suap dan KKN serta harus jadi pejuang.".(yn)

tag: #icw  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Terdampak COVID-19, OJK Pastikan Stabilitas Sistem Keuangan Terjaga

Oleh windarto
pada hari Minggu, 31 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperhatikan dampak COVID-19 yang relatif mulai memberikan tekanan terhadap sektor jasa keuangan, meski demikian kondisi stabilitas sistem ...
Berita

Guru Besar UNS: Indonesia Sudah Siap Masuk Tahun Ajaran Baru

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Guru Besar Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret (UNS) Joko Nurkamto menilai Indonesia sudah bisa memulai pendidikan tahun ajaran baru 2020/2021 dalam situasi pandemi ...