Berita

Tuduhan Victor Laiskodat Sangat Keji

Oleh M Anwar pada hari Senin, 07 Agu 2017 - 06:11:12 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

93index.jpg

Ketua Fraksi Partai Nasdem Viktor Laiskodat (Sumber foto : Dok Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Pidato yang dilakukan Ketua Fraksi Partai Nasdem Victor Laiskodat menimbulkan kemarahan bagi Partai Gerindra. Pasalnya partai yang dibesut oleh Prabowo Subianto itu dituduh mendukung kelompok intoleran.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo menegaskan, tudingan yang dilakukan oleh Victor adalah sebuah kebohongan yang tidak berdasarkan adanya bukti. Apa yang dilakukan Victor juga telah mencemarkan nama baik partai berlogo kepala garuda tersebut.

"Pidato Victor tersebut merupakan fitnah yang kejam dan bentuk penghinaan kepada Partai Gerindra," tegas Edhy dalam keterangan tertulis Senin (7/8/2017)

Ketua Komisi IV DPR ini menambahkan, pidato yang dilakukan oleh Victor itu sangat bertentangan dengan keberagaman dan tidak menghormati perbedaan di Indonesia.

Edhi heran, bagaimana Victor mempersepsikan Gerindra yang berbeda pandangan mengenai Perppu Ormas, maka langsung dituduh membahayan Pancasila, dan disebut mendukung kelompok intoleran.

"Bagi saya ini merupakan sudut pandang yang sempit dan dangkal," katanya.

Oleh sebab itu dia meminta kepada pihak-pihak yang tidak suka terhadap Partai Gerindra agar menggunakan cara-cara yang sehat, santun dan tidak melakukan adu domba yang dapat memecah belah rakyat Indonesia.

"Padahal rakyat sudah cerdas dan tidak mudah dibodohi," pungkasnya.

Sebelumnya, beredar sebuah video berdurasi 02.05 menit‎ yang isinya pidato yang diduga dilakukan oleh Ketua Fraksi Partai Nasdem Victor Laiskodat.

Video itu diduga saat dia mengisi sebuah acara partai di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Dalam video itu Victor mengenakan pakaian putih berdiri di atas mimbar.

Video tersebut menyindir empat partai politik yang mendukung kelompok ekstrimis tumbuh subur di NTT. Empat partai itu adalah, Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Anggota Komisi I DPR ini lewat pidatonya mengaku gelisah adanya kelompok anti terhadap Pancasila yang ingin menjadikan Indonesia sebagai negara khilafah atau Islam.

Oleh sebab itu dia mengajak masyarakat di NTB menolak kelompok tersebut dan menyarankan masyarakat untuk bisa memberikan tindakan tegas terhadap kelompok yang anti terhadap Pancasila ini. (aim)

tag: #hate-speech  #partai-gerindra  #partai-nasdem  

Bagikan Berita ini :