Berita
Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Rabu, 04 Okt 2017 - 14:37:51 WIB
Bagikan Berita ini :
Daya Beli Turun

Gerindra Persilahkan Jokowi Koreksi BPS

18BPS.jpg
BPS (Sumber foto : istimewa)


JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Anggota Komisi XI DPR RI Wilgo Zainar menyayangkan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut bahwa isu daya beli masyarakat yang menurun karena dihembuskan oleh pihak yang punya kepentingan politik jangka pendek, menuju Pemilu 2019.

Ditegaskannya, penurunan daya beli sudah secara kasat mata terlihat dengan banyaknya store, gerai, atau grosir yang mengalami kesulitan bahkan berujung tutup.

"Data BPS pun menunjukkan dari 2016 hingga 2017 ini terdapat penurunan yang sebelumnya daya beli masyarakat berada di atas angka 5 hanya tinggal 4,9. Jadi ada penurunan menurut data BPS. Silahkan, pak Jokowi koreksi sendiri data BPS," sindir Politikus Gerindra itu di Kompleks Parlemen Jakarta, Rabu (04/10/2017).

Perlu dipertegas juga, apa yang disinggung Jokowi, Sebagai partai oposisi, politisi Gerindra ini membantah dugaan Presiden tersebut.

"Jadi kita tidak ingin isu ini dialamatkan pada kita bahwa kita seolah-olah yang goreng. Yang jelas, bagaimanapun fakta di lapangan bahwa daya beli memang turun, demikian," kata Wilgo.

Dijelaskannya, efek penurunan daya beli juga bisa langsung dilihat di lapangan. Hal ini dikarenakan, banyaknya perusahaan yang melakukan pemutusan kerja pada karyawan.

"PHK juga banyak, misal rencana otomatisasi terhadap GTO. Itu kan berapa puluh ribu karyawan yang akan di off, karena menggunakan mesin. Itu satu. Kedua, dari beberapa toko yang tutup aja alami lay off juga, artinya kan mereka enggak punya pendapatan otomatis enggak punya daya beli. Silahkan pak Jokowi cek sendiri di lapangan," tandasya.

Sebaiknya, saran dia, Presiden Jokowi mempercayai data BPS sebagai salah satu lembaga negara yang akurat.

"Mestinya satu-satunya source of data yang dipercaya pemerintah ya BPS. Itu lembaga pemerintah. Tentu pak Jokowi harus kaji kembali data-data yang di expose BPS, memang ada pergeseran belanja dari offline ke online, tapi tetap ada faktor daya beli masyarakat yang turun juga," ungkapnya.

Sebelumnya, presiden Jokowi dalam pidato penutupan Rapat Koordinasi Nasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) 2017 di Ballroom Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/10) menyebut isu daya beli masyarakat menurun karena dihembuskan pihak-pihak tertentu guna kepentingan pemilu 2019. (icl)

tag: #bps  #daya-beli  #jokowi  #partai-gerindra  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa x Teropong Senayan : Qurban
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Menko Airlangga Hartarto Dorong Konsumsi Ayam dan Telur Kala Pandemi

Oleh Sahlan Ake
pada hari Sabtu, 19 Jun 2021
KLATEN (TEROPONGSENAYAN) --Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar kunjungan kerja di Jatinom, Klaten, Jawa Tengah. Ia mendorong masyarakat mengkonsumsi protein hewani ...
Berita

Waspada, Varian Delta Akan Menyebar Secara Global

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Covid-19 varian Delta yang pertama kali ditemukan di India bakal mendominasi kasus penularan secara global.   Kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Soumya ...