Berita
Oleh Mandra Pradipta pada hari Selasa, 17 Okt 2017 - 12:39:51 WIB
Bagikan Berita ini :

Gerindra: Selama Ini Pribumi Termarjinalkan

61(Gerindra)EdhyPrabowo.jpg
Edhy Prabowo (Sumber foto : Dokumen TeropongSenayan)


JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo menegaskan, pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal kalimat pribumi bukan suatu hal yang haram.

Menurut Edhy, saat ini banyak masyarakat pribumi yang termarjinalkan karena menjadi korban penggusuran.

Ia pun memberi contoh, warga kampung akuarium, Jakarta Utara, yang kini kondisinya memprihatinkan, karena tidak mendapatkan tempat tinggal yang layak.

"Selama ini yang ada pribumi yang termarjinalkan, tidak ada yang haram kok sama kata-kata pribumi kalau menurut saya," kata Edhy di Gedung Nusantara II DPR, Jakarta, Selasa (17/10/2017).

Oleh karenanya, Edhy mengharapkan, dengan adanya Gubernur DKI Jakarta yang baru, sudah saatnya kini semua pihak berangkulan untuk membangun kota Jakarta. Dan tidak perlu, memancing dengan isu yang bisa menimbulkan polemik.

Sebab, kata Edhy, hal itu akan membuat pertumbuhan ekonomi melambat. "Kita mau meneduhkan. Engga usah kita ambil angle-angle yang tujuannya malah memancing (polemik). Apa yang disampaikan pidato oleh Pak Anies saya pikir bagus," tutupnya. (icl)

tag: #partai-gerindra  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Legislator Kecam Lagu ‘Lalaki Langit’ karena Dinilai Lecehkan Perempuan

Oleh Sahlan Ake
pada hari Kamis, 02 Jul 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina mengecam lagu berjudul "Lalaki Langit Lalanang Bejat" yang menjadi polemik karena dinilai merendahkan kaum perempuan dan ...
Berita

Puan Hormati Putusan MK Soal Kepala Daerah Tetap Dipilih Langsung Rakyat

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal kepala daerah yang pemilihannya tetap dilakukan secara langsung oleh rakyat. ...