Ketemu Dubes Kamboja, Ketua MPR Banggakan 'Saktinya' Pancasila
Oleh Ferdiansyah pada hari Rabu, 13 Des 2017 - 23:00:00 WIB

Bagikan Berita ini :

49Zulkifli-Dubes-Kamboja.jpg
Sumber foto : Humas MPR
Duta Besar Kamboja, HOR Nam Bora melakukan kunjungan ke Pimpinan MPR RI Zulkifli Hasan, Rabu (13/12/2017) di ruang kerja Zulkifli Hasan di gedung MPR RI, Senayan, Jakarta

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Duta Besar Kamboja, HOR Nam Bora melakukan kunjungan ke Pimpinan MPR RI Zulkifli Hasan, Rabu (13/12/2017) di ruang kerja Zulkifli Hasan di gedung MPR RI, Senayan, Jakarta.

Dalam kesempatan ini, HOR Nam Bora menyatakan beberapa hal. Di antaranya, kekagumannya kepada Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, beberapa cerita tentang situasi, atau kondisi politik negara Kamboja saat ini, serta kunjungannya ke beberapa daerah di Indonesia, baru-baru ini yakni, Bengkulu.

Zulkifli Hasan terlibat pembicaraan yang hangat dengan duta besar Kamboja tersebut. Nam Bora bahkan menyinggung tentang kepemimpinan baik di kota Bengkulu yang dipimpin Walikota Bengkulu Helmi Hasan, adik kandung dari pimpinan MPR.

"Bengkulu adalah kota yang indah, bersih dan nyaman. Helmi Hasan adalah contoh pemimpin yang baik dan saya mengapresiasi kinerja pemerintahannya," kata Nam Bora yang pada 4 Desember lalu menghadiri pembukaan Karnaval Batik Besurek di Bengkulu, di antara perwakilan kedutaan negara sahabat lainnya.

Zulkifli juga menceritakan mengenai anaknya yang berkunjung ke Kamboja belum lama ini dan membawa cerita mengenai lingkungan baik dan bersih di Kamboja yang memiliki populasi penduduk sebanyak 15 juta ini. Nam Bora juga menyatakan, akan melakukan kerjasama dengan Indonesia di bidang kebudayaan dan seni tradisi.

Nam Bora juga mengungkapkan keinginannya agar Indonesia dan Kamboja memiliki penerbangan langsung. Selama ini, perjalanan dari atau ke Kamboja harus transit lebih dulu ke Singapura sehingga memakan waktu hingga empat jam.

Zulkifli menyatakan, akan membantu melakukan komunikasi kepada pemilik maskapai di Indonesia mengenai kemungkinan ada penerbangan langsung tersebut.

Duta besar yang merupakan anak politisi dan diplomat Kamboja, HOR Namhong ini menyatakan, kekagumannya pada Pancasila yang menurutnya mampu meredam persoalan antar agama di Indonesia.

"Dan Bhinneka Tunggal Ika yang menyentuh hati saya,” ujar Nam Bora.

Zulkifli juga mengatakan, Pancasila sangat dihormati oleh seluruh rakyat Indonesia dan tiga pilar lainnya yakni, UUD Negara RI 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Nam Bora juga menyinggung mengenai kondisi politik negaranya antara pemimpin saat ini Perdana Menteri Hun Sen yang berasal dari Partai Rakyat (CPP) dan beberapa partai oposisi, dalam menghadapi pemilu Kamboja pada 2018 mendatang.

Ketegangan di Kamboja meningkat setelah sekelompok mantan gerilyawan Khmer Merah menuding Hun Sen melakukan langkah-langkah tidak adil untuk mempertahankan kekuasaannya. Khususnya hal itu dilakukan dalam pemilihan lokal yang diselenggarakan pada Juni lalu dan pemilu tahun depan.(yn)

tag: #mpr  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING