BK DPD RI Bentuk TPF Kasus Arya Wedakarma
Oleh Bara Ilyasa pada hari Sabtu, 16 Des 2017 - 07:01:52 WIB

Bagikan Berita ini :

43arya.jpg
Sumber foto : Istimewa
Arya Wedakarna

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Anggota Badan Kehormatan DPD RI Dedi Iskandar Batubara mengatakan pihaknya telah memutuskan membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) kasus persekusi Ustaz Abdul Somad yang diduga melibatkan senator asal Bali Arya Wedakarna.

"Rapat pleno BK memutuskan membentuk Tim Pencari Fakta," kata Dedi saat dihubungi wartawan, Jumat (15/12/2017).

Lanjut Dedi, tugas dari TPF itu akan mengumpulkan bukti-bukti tindakan dugaan yang dilakukan oleh Arya. Nanti, setelah bukti-bukti terkumpul BK DPD RI akan mengambil keputusan.

"Tugasnya sudah diatur oleh tata tertib dan tata beracara, antara lain mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan, meminta keterangan dari yang bersangkutan, meminta keterangan dari para pelapor, melakukan telaah atas hasil temuan tim dan melaporkan hasil nya di pleno BK untuk mendapatkan keputusan," jelasnya.

Lebih jauh Dedi menjelaskan, meski nanti DPD RI akan memasuki massa reses pihaknya tetap akan bekerja untuk mengungkap kasus persekusi itu. Ia pun mengungkapkan TPF itu terdiri dari tujuh anggota.

"Mengingat pentingnya masalah ini, meskipun sejak tgl 21/12/17 DPD akan memasuki masa reses, tapi TPF akan tetap bekerja dalam masa reses ini. TPF diharapkan dapat melaporkan hasil kerjanya pada penutupan Masa sidang di bulan Maret," tandas senator daru Sumatera Utara itu. (icl)

tag: #dpd  #persekusi  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING