Wabah Difteri
Menkes akan Gelar Imunisasi Ulang di 85 Kabupaten/Kota
Oleh Ferdiansyah pada hari Jumat, 12 Jan 2018 - 18:16:10 WIB

Bagikan Berita ini :

8DIFTERIA.jpg
Sumber foto : Istimewa
Iustrasi

JAKARATA (TEROPONGSENAYAN) - Sebanyak 85 kabupaten/kota akan melaksanakan imunisasi ulang pada Januari 2018 terkait kasus kejadian luar biasa (KLB) difteri.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek dalam diskusi di Kementerian Komunikasi dan Informatika Jakarta, Jumat (12/1/2018), mengatakan, imunisasi ulang di 85 kabupaten/kota tersebut dilakukan secara bertahap.

Sebanyak 12 kabupaten/kota di tiga provinsi sudah mulai melakukan imunisasi ulang difteri pada awal Desember 2017. Sementara, tambahan 73 kabupaten-kota di delapan provinsi lainnya akan dimulai pada Januari 2018.

Di samping itu juga 12 kabupaten-kota yang telah melaksanakan ORI pada Desember 2017 akan melaksanakan imunisasi ulang tahap dua pada Januari. "Kita harapkan di bulan Januari ini cakupannya mencapai 90 persen," kata Nila.

Hingga saat ini cakupan ORI di 12 kabupaten di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten sudah mencapai 65,12 persen. Nila optimitis cakupan imunisasi ulang akan bertambah seiring dilakukannya imunisasi di sekolah-sekolah yang merupakan 75 persen target ORI.

Nila juga menyebutkan bahwa imunisasi ulang juga telah dilakukan di tingkat kecamatan dan desa pada 170 kabupaten-kota di 30 provinsi yang tercatat sebagai wilayah ditemukannya kasus difteri. Dengan pelaksanaan ORI yang cepat di seluruh wilayah kasus KLB difteri ini telah menurunkan angka kasus baru difteri.

Sepanjang 2017 tercatat ada 954 kasus difteri di 170 kabupaten-kota di 30 provinsi dengan 44 kasus kematian. Catatan Kementerian Kesehatan, hingga 9 Januari 2018 ada 14 kasus baru difteri. Selain itu juga sebanyak 85 kabupaten/kota sudah tidak melaporkan adanya kasus baru difteri. (Ant/icl)

tag: #imunisasi  #wabah-difteri  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING