PKB: Tidak Ada Rancangan Undang-Undang Legalkan Pernikahan Sejenis
Oleh Bara Ilyasa pada hari Senin, 22 Jan 2018 - 11:11:49 WIB

Bagikan Berita ini :

91cucun.jpg
Sumber foto : Istimewa
Cucun A Syamsulrijal

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Sekretaris Fraksi PKB DPR RI Cucun A Syamsulrijal menyesalkan pernyataan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan soal tuduhan adanya lima fraksi yang mendukung pernikahan sesama jenis.

"Undang-undang yang mana yang akan melegalkan lGBT, tidak ada dan tidak benar itu, tidak satupun rancangan undang-undang yang melegalkan pernikahan sesama jenis. Silahkan cek di Prolegnas," ujar Cucun kepada TeropongSenayan, Senin (22/1/2018).

Menurutnya, pernyataan Ketua MPR RI itu menimbulkan kegaduhan politik sehingga dapat merusak citra DPR RI.

"Apalagi Kita punya semangat yang sama bekerja untuk rakyat di parlemen," tegas Cucun.

Ia juga meminta agar seluruh pihak tidak ikut mengomentari pernyataan Zulhasan yang juga Ketua Umum DPP PAN itu. Sebab, di tahun politik 2018, diakui Cucun tensi politik semakin meninggi. Namun dirinya meminta agar berkompetisi secara demokratis dan cara yang santun.

"Ayolah sama-sama berlomba dalam kebaikan, berpolitik dengan santun dan riang gembira, " ajak Kang Cucun.

Lebih lanjut dirinya juga menegaskan bahwa Fraksi PKB menolak pernikahan sejenis atau LGBT.

"PKB sudah jelas, lah wong UU No 1 tahun 1974 tentang Perkawinan itu hasil ikhtiar KH Bisri Syansuri, tokoh pendiri NU Kakek Buyut Muhaimin Iskandar Ketum kita," tandasnya. (icl)‎

 

tag: #lgbt  #pkb  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING