Ini Jajaran Pengurus Baru Partai Golkar
Oleh sahlan ake pada hari Senin, 22 Jan 2018 - 12:54:39 WIB

Bagikan Berita ini :

8pengurusgolkar.jpg
Sumber foto : ist
Pengurus DPP Partai Golkar

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menunjuk Lodewijk Freidrich Paulus sebagai sekjen partai. Lodewijk adalah salah satu dari jajaran pengurus DPP yang diumumkan hari ini.

Airlangga mengatakan, susunan pengurus yang saat ini murni untuk kepentingan Pemilu 2019 dan agenda politik 2018.

"Saya pilih orang-orang ini murni karena untuk menghadapi pemilu 2019 dan agenda politik 2018," kata Airlangga di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (22/1/2018).

Airlangga juga mengatakan, terjadi penyusutan kepengurusan yang sebelumnya berjumlah 305 menjadi 251.

"305 pengurusan sekarang 251 dan 75 diantarnya pengurus perempuan," katanya.

Berikut susunan pengurus DPP Partai Golkar:

Ketua Umum : Airlangga Hartarto
Sekretaris Jenderal : Lodewijk Freidrich Paulus
Bendahara Umum : Robert Kardinal

Korbid Ekonomi : Azis Syamsudin
Wakil Korbid : Ken Dwijugiasteadi

Korbid Kepartaian : Ibnu Munzir
Wakil Korbid : Darul Siska

Korbid Pemuda, Wanita, Milenia : Agus Gumiwang Kartasasmita
Wakil Korbid : Heru Dewanto

Korbid Kesra: Roemkono
Wakil Korbid : Yusuf Hamka

Korbid Pengkajian : Happy Bone
Waki Korbid: Umar Juoro

Korbid Khusus Agama : Hajriyanto Tohari
Wakil Korbid : Rizal Malarangeng

Kirbid Pratama : Nurdin Halid

Korbid Legislatif-Yudikatif : Idrus Marham
Wakil Korbid: Kahar Muzakir

Badan analisa dan penggalangan : Eko Wiratmoko
Wakil : Yorris Raweyai

Korbid PP Sumatera : Indra Bambang Utoyo
Wakil : Ahmad Doli Kurnia

Korbid PP Jawa-kalimantan : NusronWahid
Wakil : Muchtarudin

Korbid PP Timur : Melchias Marcus Mekeng (plt)

tag: #partai-golkar  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca TeropongSenayan Yth

Dalam beberapa hari terakhir, teror bom mengguncang Tanah Air. Rakyat, pemerintah, dan aparat kaget, terkejut dan terkesima. Marah, kesal, cemas, was-was serta ekspresi sejenis muncul bersamaan.

Harapan akan segera terbitnya revisi UU Anti Terorisme menyeruak di tengah perbincangan publik. Polemik pun turut menghangatkan harapan itu.

Bagaimana pandangan Anda tentang penerbitan revisi UU Anti Terorisme :

  • Perlu, segera terbit
  • Dibahas dan dikaji terlebih dulu
  • Tidak perlu
LIHAT HASIL POLING