Berita
Oleh M Anwar pada hari Kamis, 25 Jan 2018 - 19:20:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Nilai Tak Perlu UU, Taufik Kurniawan: LGBT Bertentangan dengan Agama

82Wakil-Ketua-DPR-Taufik-Kurniawan-dok.Twitter-DPR.jpg
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan. (Sumber foto : dok istimewa)

Jakarta (TEROPONGSENAYAN) -- Isu soal LGBT kembali menjadi kontroversi. Meski begitu, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menilai tak perlu ada UU khusus terkait LGBT karena hal tersebut sudah menjadi larangan semua agama.

"Nggak usah ada RUU, itu sudah dilarang agama,ngapain ngurusinada RUU atau tidak. Itu hak hakiki, itu sudah firman Allah,ngapaindidegradasi karena ada UU atau tidak. Jadi perlu dikembalikan ke agama. Di sisi lain, kita punya nilai-nilai Pancasila juga," ujar Taufik dalam perbincangan, Rabu (24/1/2018).

Menurut Taufik, tak ada satu pun agama yang setuju dengan LGBT. Termasuk agama-agama yang ada di Indonesia. Dia juga mengingatkan soal ajaran yang tertulis dalam kitab suci.

"Kalau orang mendukung LGBT itu bertentangan dengan ajaran agama. Kita ingat zaman Luth saat peristiwa Sodom dan Gomora. Itu bukan cerita omong kosong, di Injil dan Alquran ada, tidak pernah ada yang setuju, karena ini perilaku yang menyimpang," sebut Taufik.

Selain itu, menurutnya, LGBT tidak sesuai dengan pedoman negara Indonesia, yakni Pancasila. Taufik menilai perilaku LGBT sesuai dengan ajaran iblis.

"Kalau menyimpang perilaku yang mengarah pada hal-hal pelarangan ajaran agama mana pun itu, itu perilaku yang disukai setan, itu artinya adalah iblis. Tak ada agama yang mengizinkan adanya penyimpangan," tegas Waketum PAN ini.

Soal pernyataan Ketum PAN yang juga Ketua MPR Zulkifli Hasan, Taufik menilai tidak perlu lagi diperdebatkan. Dalam pernyataannya, Zulkifli mengungkap soal adanya fraksi-fraksi di DPR yang mendukung LGBT.

"Maksud Pak Zul untuk mengingatkan bahaya laten LGBT. Tak perlu diperdebatkan lagi. Masalahnya bukan pada posisi mana yang setuju atau tidak setuju, tapi kita ambil hikmah dari pernyataan itu karena LGBT ini seolah-olah sudah jadi tren di anak muda, selain narkoba, radikalisme," papar Taufik.

Dia pun optimistis semua fraksi menolak adanya LGBT. Masalah LGBT sendiri saat ini masuk pembahasan RUU KUHP.

"LGBT tidak sesuai dengan norma Pancasila. Harapan kita, semua fraksi optimis akan menolak. Apakah dalam bentuk legislasi, KUHP, atau bentuk lain," tutur Taufik.

Terhadap pihak-pihak yang telanjur mengikuti tren LGBT, dia meminta Kemenag proaktif. Negara, disebut Taufik, harus merangkul mereka.

"Maraknya LGBT juga karena masalah bebasnya media-media sosial, pornografi yang harus kita jaga, harus dilarang tegas oleh pemerintah. Tadinya mereka sehat lahir dan batin, tapi jadi seperti itu karena pergaulan, tren sosial yang menyimpang. Walau konon ada semacam usaha-usaha atau tren dari negara lain, karena menyangkut masalah HAM, ada dukungan dari PBB, kita nggak perlu peduli. Kita kembalikan ke nilai-nilai luhur Indonesia," urainya.

"Perlu ada langkah-langkah penyembuhan juga bagi yang sudah telanjur menyimpang, terapi kuratif penyembuhan, Kemenag perlu misalnya melakukan pertemuan tokoh-tokoh lintas agama agar mereka yang menyimpang itu diberi ke pendidikan-pendidikan sesuai agama mereka masing-masing," tambah Taufik.

Seperti diketahui, pernyataan Zulkifli yang mengundang polemik disampaikannya saat memberi sosialisasi pilar kebangsaan di kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya, Sabtu (20/1/2018). Berikut ini isi pernyataan Zulkifli berdasarkan video yang diperoleh:

Kalau jaman dulu nilai-nilai begitu diagungkan, akhlakul karimah. Ibu ibu sekarang ini masyaallah. Bahkan sekarang di DPR lagi ramai soal LGBT. Dulu di kampung saya, orang selingkuh itu aib. Sekarang ini minta diakui oleh negara, laki-laki pacaran sama laki-laki. Coba bayangkan.

Dan dalam keadaan itulah, lama-lama juga diam. Perempuan boleh sama perempuan. Di DPR, keputusan MK kemarin ada UU pornografi lagi dibahas soal ini. Bayangkan, Ibu-ibu, sudah ada 5 partai yang nggak apa-apa. Lima, lima.

Zulkifli juga sempat memberi konfirmasi terpisah. Belum membuat jernih, Zulkifli menyatakan baru lima fraksi di DPR yang menolak LGBT.

"PAN menyatakan ada empat partai yang menolak (LGBT) plus PAN. Yang lima lagi belumngomong," ujar Zulkifli, Sabtu (20/1/2018) lalu.

Fraksi PAN sudah meluruskan pernyataan sang ketum. Saat dimintai konfirmasi soal pernyataannya yang membuat heboh, Zulkifli pada kesempatan berikutnya menolak berbicara tentang LGBT. (aim)

tag: #dpr  #lgbt  #taufikkurniawan  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Refly Sebut Gatot Dicopot Dari Panglima TNI Karena Berpotensi Jadi Presiden

Oleh Givary Apriman
pada hari Jumat, 25 Sep 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun turut merespon pencopotan Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo dari kursi Panglima TNI.  Refly mengatakan kalau pencopotan ...
Berita

Dapat Nomor Urut 2, Ketua Timses Yakin Azizah-Ruhama Akan Menang

SERPONG (TEROPONGSENAYAN) --Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan Siti Nur Azizah-Rihanna Ben resmi mendapatkan nomor urut 2 sebagai peserta kontestasi pemilihan kepala daerah ...