Berita

Pidato kontroversi

Tito Dinilai Tidak Perlu Minta Maaf ke Umat dan Ormas Islam

Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Kamis, 01 Feb 2018 - 07:15:42 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

12titolagi.jpg

Tito Karnavian (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Direktur Eksekutif Institute for Strategic and Indonesian Studies (ISIS) Kisman Latumakulita menilai, Kapolri Jenderal Tito Karnavian tidak perlu meminta maaf terhadap umat islam soal pernyataan kontroversialnya.

“Sebagai manusia, Tito pasti punya salah dan khilaf. Tapi, Tito tidak perlu disuruh minta maaf kepada umat dan ormas Islam. Karena tidak ada yang salah dengan pernyataan Tito tersebut,” kata dia kepada wartawan di Jakarta Rabu (31/01/2018).

Menurutnya, pernyataan Tito itu adalah antisipasi atas kondisi bangsa dan negara sekarang berdasarkan analisa, kajian, dan evalusi (ANIV) intelijen kekinian.

Kisman juga menyakini, Tito sangat menghargai dan menghormati para tokoh, pejuang dan pendahulu bangsa, termasuk ormas-ormas Islam yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini.

“Tidak akan mungkin Tito mau membuat pernyataan yang mengecilkan arti dan peran para pejuang bangsa dulu,” katanya.

Namun dalam rangka menjaga dan menangkal setiap potensi gangguan keamanan kepada negara dan masyarakat, Tito biasanya lebih mengedepankan dan mengutamakan upaya-upaya persuasif dan pencegahan dini sebelum gangguan keamanan itu benar-benar datang dan terjadi. Caranya, ya dengan merangkul dan menjalin komunikasi yang intensif atau terus-menerus dengan kelompok-kalompok masyarakat dan ormas, termasuk Muhammadiyah dan NU. Siapapun Kapolri insya Allah akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Tito sekarang.

"Untuk itu sebaiknya mari kita saling tabayyun saja dulu daripada saling menanggapi sana-sini di media. Tujuannya untuk saling memahami dan mengetahui apa makna dan makaud yang sebenarnya dari pernyataan Kapolri Tito. Toh kita sama-sama anak bangsa, sama-sama muslim, rajin sholat, rajin bayar zakat, puasa, haji, dan masih punya tauhid dengan menggunakan lafal dan makna syahadat masih sama. Sebab saling tanggap menanggapi di media sosial sekarang ini lebih banyak mengarah ke saling fitnah dan menghujat yang hanya menghasilkan dan memproduksi dosa diantara kita," pungkasnya. (icl)

tag: #kapolri  #ormas  #ormas-islam  #polri  

Bagikan Berita ini :