Berita
Oleh Ferdiansyah pada hari Senin, 05 Feb 2018 - 15:57:30 WIB
Bagikan Berita ini :

YLKI: Harusnya BPOM Segera Umumkan Suplemen Mengandung Babi

24babilagiok.jpg
Suplemen Viostin DS dan Enzyplex diketahui mengandung Babi (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) seharusnya segera mengumumkan bahwa Viostin DS dan Enzyplex Tablet mengandung DNA babi setelah menemukan bukti.

"Hal itu merupakan bagian dari perlindungan konsumen. Bila masyarakat sudah tahu bahwa suplemen itu mengandung DNA babi, mereka bisa memilih untuk mengonsumsi atau tidak," kata Tulus setelah jumpa pers di Kantor BPOM di Jakarta, Senin (5/2/2018).

Informasi tentang kandungan DNA babi pada Viostin DS dan Enzyplex Tablet justru diketahui masyarakat setelah salah satu pegawai BPOM mengunggahnya di media sosial. Itu pun terjadi setelah kurang lebih dua bulan.

"BPOM menyatakan percaya pada produsen supaya mempercepat pemberian izin edar suatu produk. Namun, ketika menemukan produk bermasalah, mengapa tidak segera mengumumkan kepada masyarakat?" tanyanya.

Dalam jumpa pers tersebut, Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan informasi tentang suplemen makanan yang mengandung DNA babi menjadi perhatian masyarakat setelah salah satu pegawai di lembaga yang dia pimpin menyebarluaskannya.

"Informasi yang keluar itu sedang dalam proses untuk diinformasikan secara resmi kepada masyarakat. Memang bukan informasi yang rahasia," katanya.

Penny mengatakan Viostin DS dan Enzyplex Tablet yang terbukti mengandung DNA babi ditemukan melalui pengawasan setelah pemasaran atau post-market oleh petugas BPOM dan sudah mulai ditarik dari pasaran sejak November 2017.

Menurut Penny, pada pengawasan sebelum pemasaran atau pre-market uji bahan baku kedua suplemen itu menyatakan tidak mengandung bahan babi atau turunannya. Uji laboratorium terhadap bahan baku dilakukan oleh Lembaga Pengkajian Pangan Obat obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

"Pada saat pengawasan pre-market, kami percaya pada perusahaan akan memberikan informasi yang benar untuk mempercepat proses pendaftaran agar produk segera sampai ke masyarakat," tuturnya.

Sebelumnya, BPOM menyatakan suplemen makanan Viostin DS produksi PT Pharos Indonesia dan Enzyplex tablet produksi PT Medifarma Laboratories terbukti positif mengandung DNA babi.

Yang mengandung DNA babi adalah produk dengan nomor izin edar NIE POM SD.051523771 dengan nomor bets BN C6K994H untuk Viostin DS dan NIE DBL7214704016A1 nomor bets 16185101 untuk Enzyplex tablet. (Ant/icl)

tag: #babi  #bpom  #ylki  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Djoko Tjandra Mulai Rasakan Rutan Salemba

Oleh Rihad
pada hari Jumat, 07 Agu 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Bareskrim Polri telah merampungkan pemeriksaan terhadap terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra. Atas hal itu, Bareskrim pun ...
Berita

Tujuh Rumah Sakit BUMN Dilebur Jadi Holding

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Pertamedika IHC melakukan penandatangan akta jual beli dengan tujuh BUMN pemilik Rumah Sakit BUMN dalam rangka pembentukan holding rumah sakit BUMN yang diadakan di ...