Berita
Oleh Ferdiansyah pada hari Selasa, 06 Feb 2018 - 19:14:53 WIB
Bagikan Berita ini :

Mendag: Jenis Jagung Impor Tidak Ada di Indonesia

74jagung.jpg
Ilustrasi (Sumber foto : Istimewa)

YOGYAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa jenis jagung yang akan diimpor untuk kebutuhan industri dalam negeri tidak ditemukan di Indonesia.

"Jagung impor itu untuk kebutuhan industri yang memang tidak diproduksi di Indonesia," kata Menteri Enggartiasto seusai membuka sidang Related Meetings of The Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) putaran ke-21 di Yogyakarta, Selasa (6/2/2018).

Menurut Enggartiasto, pemerintah tidak akan mengeluarkan kebijakan impor apabila jagung yang dibutuhkan sektor industri memang bisa ditemukan di Indonesia.

"Kalau mereka tidak dikasih ya mereka pindah pabriknya karena itu (jagung impor) memang tidak ada di sini," kata dia.

Selain itu, lanjut Enggar, jagung yang diimpor hanya diperuntukkan untuk sektor industri. Jagung impor, tegas Enggar, tidak diperuntukkan untuk sektor lain seperti untuk pakan ternak.

"Saya tidak pernah mengeluarkan izin impor jagung untuk pakan ternak. Tidak pernah ada. Yang ada adalah dari dulu sampai sekarang jagung yang tidak diproduksi di Indonesia dan dari tahun ke tahun untuk kebutuhan industri. Di luar itu tidak satu bonggol jagung pun kita impor," kata Mendag.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan menerbitkan Persetujuan Impor (PI) jagung sebanyak 171.660 ton untuk kebutuhan industri dalam negeri bagi lima perusahaan pemilik Angka Pengenal Importir Produsen (API-P).

Jagung yang diimpor oleh perusahaan pemilik API-P hanya dapat digunakan sebagai bahan baku atau bahan penolong untuk kebutuhan proses sendiri dan dilarang untuk diperdagangkan atau dipindahtangankan kepada pihak lain.

Untuk mendapatkan persetujuan impor tersebut, perusahaan pemilik API-P harus mengajukan izin secara elektronik, dengan melampirkan API-P, dan Pemberitahuan Impor Barang (PIB). (Ant/icl)

tag: #harga-pangan  #impor-pangan  #kementerian-perdagangan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Banner Ramadhan Ir. Ali Wongso Sinaga
advertisement
Banner Ramadhan H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Dompet Dhuafa: Sedekah Yatim
advertisement
Banner Ramadhan Mohamad Hekal, MBA
advertisement
Banner Ramadhan Sartono Hutomo, SE, MM
advertisement
Dompet Dhuafa: Parsel Ramadan
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Mahfud MD: Islam Kompatibel dengan Demokrasi

Oleh Rihad
pada hari Sabtu, 17 Apr 2021
JAKARTA  (TEROPONGSENAYAN)- Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan, agama, khususnya Islam, dapat menerima sistem politik dan pemerintahan ...
Berita

Istri Ridwan Kamil Positif Covid-19, Penambahan Kasus Baru di Jabar Masih Tinggi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Atalia Praratya Ridwan Kamil positif COVID-19 dan hal itu disampaikan langsung Atalia melalui akun resmi instagramnya. "Hari pertama masih kaget baru dikabari. Bingung ...